Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Tak sampai dua bulan lagi, rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya pada hari Rabu 24 Februari 2024. Dihari itu, selain memilih calon Presiden RI, rakyat Indonesia juga akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih para calon legislative (caleg) yang dipercaya mewakili suara di lembaga legislative, mulai dari DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD (Dewan Pimpinan Daerah)
Untuk itu memanfaatkan waktu yang tinggal 1,5 bulan lagi ini, dengan berbagai macam cara para caleg DPRD turun langsung ke masyarakat, mencari simpati, dengan menyampaikan visi-misi mereka masing-masing.
Seperti dilakukan salah satu caleg DPRD Kabupaten Bekasi, Hasan Basri. Caleg biasa disapa Agil ini dari partai Gerindra Dapil VI, di Kampung Blokang, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Ia juga merupakan salah satu pengurus di Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi.
Seperti diketahui, untuk DPRD Kabupaten Bekasi, ada 854 Caleg yang terbagi dari, 302 caleg wanita (35%), 552 caleg pria (65%), mereka akan bertarung memperebutkan 55 kursi di DPRD Kabupaten Bekasi, dari 7 Daerah pemilihan, meliputi 23 Kecamatan.
Triberita.com coba menyambangi kediaman Hasa Basri, dalam obrolan santainya Agil sapaan akrabnya mengatakan, bahwa sebenarnya ini semua karena dorongan dari teman-teman serta keluarga dan juga restu dari Ketua umum Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bekasi, sehingga dirinya memberanikan diri untuk maju menjadi Calon legislatif (Caleg).
Menurutnya, banyak persoalan yang harus dibenahi di Kabupaten Bekasi ini, di antaranya pembangunan infrastruktur yang belum maksimal, sulitnya mencari pekerjaan sehingga mengakibatkan tingginya tingkat pengangguran.
“Untuk infrastruktur memang sedang berjalan, perbaikan jalan, drainase, jembatan, penerangan jalan umum, normalisasi sungai, akan tetapi semuanya belum maksimal,” ujarnya.
Seperti jalan Pilar-Sukatani yang belum tuntas sampai Sukatani, karena titik ruas jalan yg rusak parah, bahkan sering tergenang banjir belum diperbaiki, padahal ruas jalan tersebut yang sering dikeluhkan warga pengguna jalan, apalagi memasuki musim penghujan, dan juga pengaspalan yang belum merata.
“Sulitnya air untuk persawahan, salah satu penyebabnya, pedangkalan air sungai dan makin menyempit, karena banyaknya tumpukan sampah, belum lagi banyak bangunan liar di bantaran sepanjang aliran sungai, mengakibatkan kesulitan ketika sungai ingin di normalisasi,” tandasnya.
Ditambahkannya lagi, sulitnya cari pekerjaan, sekalipun ada harus melalui yayasan, harus bayar dengan nilai yang cukup besar, itupun belum tentu masuk kerja, kadang ketipu di calon tenaga kerjanya. Belum lagi calo-calo tenaga kerja di luar yayasan, yang mempermudah malah mempersulit, bahkan menipu calon tenaga kerja. sehingga mengakibatkan jumlah pengangguran makin bertambah dari tahun ke tahunnya.
“Solusinya adalah, tutup yayasan tenaga kerjanya, maka dari itu perlunya peran Pemerintah daerah (Pemda) dan Instansi terkait, serta para Wakil rakyat di DPRD harus ambil keputusan dan langkah nyata, agar persoalan-persoalaan yang dialami warga Kabupaten Bekasi bisa segera teratasi,” tutupnya.
Perlu diketahui, Hasan Basri atau Agil ini merupakan caleg baru dari partai Gerindra dapil VI, dengan no urut 7, yang mencakup 5 Kecamatan, yaitu Karangbahagia, Sukakarya, Cabangbungin, Pebayuran dan Kedungwaringin.

















