Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Imigrasi Soetta Raih 3 Penghargaan Jusuf Adiwinata Award

276
×

Imigrasi Soetta Raih 3 Penghargaan Jusuf Adiwinata Award

Sebarkan artikel ini
Kepala Imigrasi I Khusus TPI Soetta Subeki Miuldi pada acara penerimaan penghargaan Jusuf Adiwinata, di Jakarta, Selasa (30/1/2024).(Foto: Istimewa)

Triberita.com, Tangerang Banten – Keberhasilan Kantor Imigrasi Soekarno Hatta (Soetta) dalam melakukan penundaan keberangkatan 6.672 WNI diduga PMI non prosedural sepanjang 2023 dan Januari 2024, membuahkan hasil.

Dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI Soetta) Tangerang, meraih sekaligus tiga penghargaan Jusuf Adiwinata Award.

Kepala Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Subeki Miuldi mengatakan, dari tiga penghargaan yang diperoleh itu untuk kategori Tindak Pidana Keimigrasian (TPK) terbaik III, Tindakan Administrasi Keimigrasian terbaik II, dan Penundaan Keberangkatan PMI Non Prosedural terbaik I.

“Alhamdulilah, ini adalah pencapain positif kinerja Imigrasi Soekarno-Hatta,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Subki Mulki, Rabu (31/1/2024).

Secara penilaian, Subeki menjelaskan, Imigrasi Soekarno-Hatta dinilai layak mendapatkan penghargaan dalam tiga sub kategori tersebut.

Selain berhasil menunda keberangkatan 6.672 WNI diduga PMI non prosedural sepanjang 2023 dan Januari 2024, lanjut Subeki, pihaknya juga melakukan tindak pidana kepada tujuh WNA dan untuk tindakan administrasi keimigrasian melakukan deportasi terhadap 213 WNA dari berbagai negara.

“Semakin tingginya lalu lintas perjalanan internasional di Bandara Soekarno-Hatta menuntut petugas Imigrasi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Untuk itu, kata Subeki, petugas Imigrasi Soetta selalu diberikan pembekalan ilmu dan mengupdate informasi keimigrasian.

“Dengan metode metode tertentu, serta berkolaborasi dengan komunitas di Bandara Soekarno-Hatta, seperti PT Angkasa Pura II dan Polres Bandara,”terangnya.

Ia mengatakan bahwa penindakan deportasi kepada banyak WNA merupakan salah satu upaya untuk menyaring WNA yang masuk ke Indonesia yang berkualitas dan memiliki tujuan yang jelas seperti diamanatkan Dirjen Imigrasi Silmy Karim.

“WNA yang masuk ke Indonesia yang berkualitas sehingga lebih selektif dalam memasukkan WNA ke Indonesia,”ujar Subeki Miuldi.

Facebook Comments
Baca Juga :  Resep Nasi Liwet Menggunakan Rice Cooker, Wangi dan Gurih Pakai Ikan Teri