Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaBisnisFood & Travel

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

1332
×

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

Sebarkan artikel ini
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)

Triberita.com | Pandeglang Banten, – Untuk melindungi habitat Badak Jawa, jalur wisata alam atau trekking di Semenanjung Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ditutup.

Penutupan tersebut diberlakukan mulai dari tanggal 1 November 2023.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK), Ardi Andono mengatakan, penutupan jalur wisata Semenanjung Ujung Kulon, berkenaan dengan peningkatan pengamanan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan upaya perlindungan habitat badak Jawa.

“Kami mulai menerapkan program fully protected areas untuk wilayah Semenanjung Ujung Kulon,” katanya, Sabtu (21/10/2023).

Ardi menjelaskan, sebagai mana diketahui bahwa kawasan Taman Nasional Ujung Kulon terbagi menjadi 3 bagian, yakni pulau – pulau yang berada disekitar Semenanjung, Semenanjung dan wilayah pegunungan.

“Untuk aktivitas wisata dapat dilakukan di pulau – pulau yang berada disekitar semenanjung dan wilayah perbukitan wilayah gunung honje dan sekitarnya. Sedangkan untuk wilayah Semenanjung Ujung Kulon kami tutup penuh kecuali untuk kegiatan penelitian dan konservasi Badak Jawa,” katanya.

Lebih lanjut Ardi mengungkapkan, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu dari lima taman nasional pertama di Indonesia dan juga masuk dalam world heritage tahun 1991.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)

Dengan luasan hanya 105.694,46 hektar, menjadi habitat terakhir untuk badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) di Dunia.

Facebook Comments
Baca Juga :  Tebing Galian Penambangan Longsor, 2 Warga Lebak Banten Tewas Tertimbun