Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaBisnisFood & Travel

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

1330
×

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

Sebarkan artikel ini
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)

“Maka diperlukan perlakuan khusus untuk melindungi Badak Jawa dan habitatnya. Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources,” katanya.

Badak Jawa, juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam, dan dikhawatirkan akan punah. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang JenisTumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

“Secara umum, semua satwa liar mempunyai kemampuan menghindar atau sembunyi dari ancaman predator maupun pemburu. Namun belum banyak yang diketahui mengenai bagaimana karakteristik Badak Jawa dalam menghindari predator maupun pemburu,” katanya.

Sampai saat ini, yang umum diketahui hanyalah Badak Jawa akan bereaksi melarikan diri ketika bertemu dengan orang secara mendadak, atau dalam kondisi tertentu berbalik menyerang.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)

Kemampuan penciuman dan pendengaran Badak Jawa, diyakini membuat Badak Jawa hampir selalu mampu menghidar dari predator jauh sebelum bertemu dengannya.

“Selain itu juga, Badak Jawa membutuhkan daerah jelajah tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan akan menentukan pola perilakunya di alam. Berdasarkan hasil pengamatan petugas, sebelum tahun 2020 baik secara langsung maupun tidak langsung, Badak Jawa sering terpantau melewati jalur wisata atau trekking pantai selatan Semenanjung Ujung Kulon dan sekitarnya,” katanya.

Facebook Comments