Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaBisnisFood & Travel

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

1332
×

Jalur Wisata Semenanjung Pandeglang Banten Ditutup, catat tanggalnya

Sebarkan artikel ini
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), berada di ujung barat Pulau Jawa. Tepatnya berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kawasan TNUK ini mulanya merupakan daerah pertanian yang hancur karena letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Akhirnya, lahan tersebut menjadi hutan untuk rumah bagi satwa endemik Indonesia. (Foto: Daeng Yusvin)

Fauna

Berbagai hewan yang membentuk habitat di Taman Nasional Ujung Kulon berasal dari beberapa kelompok seperti mamalia sejumlah 35 jenis, primata 5 jenis, aves atau burung 240 jenis, reptil 59 jenis, amfibi 22 jenis, pisces atau ikan 142 jenis, dan kelompok insekta sejumlah 72 jenis.

Beberapa spesies satwa endemik yang menghuni kawasan ini antara lain adalah badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang jumlah populasinya hanya sekitar 50 hingga 60 ekor dengan habitat terakhir di taman nasional ini, owa Jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis aigula), dan anjing hutan (Cuon alpinus-javanicus).

Kelompok mamalia yang hidup di sini antara lain luwak (Paradoxurus herma phroditus), kucing hutan (Prionailurus planiceps), macan tutul (Panthe pardus), macan dahan (Neofelis nebulosa), banteng (Bos javanicus), kijang (Muuntiacus muntjak), rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanicus), celeng (Sus verrucosus), dan babi hutan (Sus scrofa).

Ada juga mamalia berukuran kecil seperti bajing tanah (Callosciurus notatus), kalong atau kelelawar (Pteropus vampyrus), tikus (Raggus argentiventer), berang-berang (Lutra lutra), landak (Hystricidae javanica), walang kopo, tando (Petaurista petaurista), jelarang (Ratufa bicolor), dan trenggiling (Manis javanica).

Kelompok primata antara lain dua spesies endemik, yaitu owa Jawa dan Surili, kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kukang (Nycticebus coucang), dan juga lutung (Presbytis cristata).

Spesies dari kelompok aves atau burung yaitu burung engggang (Buceros vigil), wili-wili (Essacus magnirostris), burung dara laut (Sterna bengalensis), burung kucica hutan (Cospychus malabaricus), cekakak (Todiramphus chloris), rangkong (Buceros rhinoceros), elang ular atau elang bido (Spillornis cheela), merak (Pavo muticus), dan ayam hutan (Gallus varius).

Sedangkan dari kelompok reptil dan amfibi, spesies yang hidup di sini yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), buaya muara (Crocodylus prosus), dan biawak (Varvus salvator).

Facebook Comments