Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaSosial Budaya

Jelang Paskah, Jemaat GKI Serang Gelar Ibadah Sabtu Sunyi

456
×

Jelang Paskah, Jemaat GKI Serang Gelar Ibadah Sabtu Sunyi

Sebarkan artikel ini

“Selain merenungkan kematian Yesus, umat Kristiani juga harus bersyukur atas segala cinta kasih yang dilakukan Tuhan Yesus, demi keselamatan manusia,”

Pdt Benny Halim (Foto: Daeng Yusvin)
Pdt Benny Halim (Foto: Daeng Yusvin)

Triberita.com, Serang Banten – Menjelang Hari Raya Paskah yang akan dilaksanakan pada Minggu (9/4/2023), (Jemaat Gereja Kristen Indonesia) di Serang, Provinsi Banten, melaksanakan ibadah Sabtu Sunyi, pada Sabtu (8/4/2023).

Sebelum menyambut perayaan Paskah, umat telah melewati Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, tiga perayaan itu yang disebut masa Pekan Suci.

Dalam bahasa Inggris, Sabtu Suci disebut juga Holy Saturday. Dalam bahasa Latin, Sabtu Suci disebut Sabbatum Sanctum, yang artinya Hari Sabat Suci. Selain itu, Sabtu Suci juga dikenal dengan Malam Paskah.

Hari Sabtu Suci memiliki pemahaman, bahwa tugas dan pengorbanan Yesus telah selesai di dunia. Yesus telah melakukan penebusan dosa umat manusia di kayu salib. Melalui peristiwa ini, umat Kristiani diajak untuk merenungkan pengorbanan Yesus yang telah menyelamatkan umat manusia.

Adapun ibadah Sabtu Sunyi ini, menceritakan tentang penderitaan atau kesengsaraan Yesus Kristus di kayu salib, penebusan, dan keselamatan.

Ibadah Sabtu Sunyi atau yang dikenal dengan ibadah Pra Paskah, adalah hari terakhir dalam pekan suci yang dirayakan sebagai persiapan perayaan Paskah.

Umat Kristiani GKI Serang, Provinsi Banten, menjelang Hari Raya Paskah yang akan dilaksanakan pada Minggu 9 April 2023, melaksana ibadah Sabtu Sunyi (Foto: Daeng Yusvin)
Umat Kristiani GKI Serang, Provinsi Banten, menjelang Hari Raya Paskah yang akan dilaksanakan pada Minggu 9 April 2023, melaksana ibadah Sabtu Sunyi (Foto: Daeng Yusvin)

Sabtu Sunyi merupakan momen dimana umat Kristen merayakan dan merenungkan kematian Kristus di kayu salib, dan penguburan-Nya sebelum kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah.

Dalam perayaan Sabtu Suci, gereja memiliki tradisi di mana umat menyalakan lilin Paskah di dalam gereja dengan kondisi gelap gulita tanpa penerangan. Lilin ini sebagai tanda Yesus penerang dan juru selamat umat-Nya.

Pendeta (Pdt) Benny Halim menyampaikan, bahwa rangkaian ibadah perayaan Jumat Agung, yaitu sampai pada ibadah perayaan Paskah yang akan dilaksanakan besok, Minggu (9/4/2023).

“Semua Jemaat benar-benar menjadikan ibadah Jumat Agung, Sabtu Sunyi dan kemudian besok, ibadah Paskah sebagai momen untuk merefleksi diri. Momen untuk perenungan dan mengingat kembali bagaimana besarnya kebaikan Tuhan bagi kita semua,” ujar Pdt Benny Halim.

Baca Juga :  Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dan Kanwil Kemenkumham Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama FKI Banten

Pdt Benny menambahkan, dasar firman Perayaan Sabtu Sunyi bagi umat Kristen, perayaan Sabtu Sunyi adalah perayaan iman untuk menyatakan penyesalan, pengakuan dosa dan memohon belas kasihan Allah. Karena kasih Tuhan begitu besar, sehingga solidaritas kehadiran Tuhan, bukan hanya bersedia hidup demi manusia saja, melainkan juga Tuhan bersedia mati demi umat manusia.

“Dengan demikian, umat semakin menyadari untuk semakin bertanggungjawab selagi hidup, sehingga siap mengalami kematian kapan pun,” demikian pesan Pdt Benny Halim.

Dikatakan Pdt Benny Halim, melalui perayaan Sabtu Suci ini, umat Kristiani diajak untuk tekun berdoa dan melimpahkan segala harapan kepada Yesus Kristus, serta merenungkan peristiwa pengorbanan Yesus yang wafat di kayu salib.

“Selain merenungkan kematian Yesus, umat Kristiani juga harus bersyukur atas segala cinta kasih yang dilakukan Tuhan Yesus, demi keselamatan manusia,” ucap Pdt Benny Halim.

Dikatakan didalam Alkitab, 1 Petrus 3:17-20 (TB); Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

Adapun pada Ibadah Sabtu Sunyi umat Kristiani di GKI Serang, pada Sabtu (8/4/2023), Injil yang dibacakan, adalah;

Baca Juga :  Terlibat Narkoba dan Desersi, 4 Polisi di Banten Dipecat

Matius 27:57-66 (TB), Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.

Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Facebook Comments