Triberita.com |Serang Banten – Jumlah warga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Banten pada Maret 2024 mencapai 26 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari yang hanya 16 penduduk.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, warga meninggal akibat DBD per Maret 2024 itu tersebar di beberapa daerah, yakni Kabupaten Serang 5 kasus, Pandeglang 4 kasus, Tangerang 4 kasus, Lebak 6 kasus, Kota Tangerang 2 kasus, Cilegon 1 kasus. Sementara itu, masih di Maret 2024.
Masih di Maret 2024, total keseluruhan warga yang kena DBD di Provinsi Banten, mencapai 6.044 kasus.
Dari jumlah itu paling banyak di Kabupaten Tangerang 2.540 kasus. Sementara di Kabupaten Serang 219 kasus, Pandeglang 718 kasus.

Kemudian juga di Kabupaten Lebak 1.327 kasus, Kota Tangerang 388 kasus, Serang 328 kasus, Cilegon 156 kasus, Tangerang selatan 368 kasus.
Sementara kasus DBD yang menjangkiti warga Kabupaten Serang, Provinsi Banten, terus mengalami peningkatan, dan menyerang masyarakat.
Bahkan sampai saat ini, banyak masyarakat Kabupaten Serang yang terkena DBD hingga harus menjalani perawatan di RSDP.
Pasien DBD yang dirawat di RSDP Serang terdiri dari anak-anak dan dewasa, namun demikian kondisinya sudah mulai membaik.
Kasubag Hukum Humas Kerja Sama RSDP, Ayi Hadiyanti mengatakan, saat ini di rumah sakitnya ada 19 pasien DBD yang dirawat.
“Domisili Kabupaten Serang 8 orang, Kota Serang 10 orang dan Pandeglang 1,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi pasien tersebut sudah stabil dan tidak ada yang dirawat di ICU. Mereka yang dirawat tersebut, terdiri dari 12 anak dan 7 dewasa.
“Campuran anak-anak dan dewasa,” ucapnya. Diakui dia saat ini kondisi RSDP sudah padat untuk ruangan dengan banyaknya pasien yang dirawat.
Meski demikian penerimaan pasien tetap dilihat kondisinya.
“Tergantung kondisi yang terjadi saat itu, artinya situasional (masih bisa terima atau tidak),” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang Istianah mengatakan, saat ini ada lima pasien DBD yang masih dalam perawatan.
Kelima orang tersebut yakni satu dari Kramatwatu, satu Tirtayasa, satu Lebakwangi, satu Ciomas dan satu Cikande.
“Semua di rawat di RSDP,” ucapnya.
Ia mengatakan, untuk saat ini tidak ada pasien DBD yang dirawat di puskesmas.nmmSebab apabila kondisi trombosit kurang dari 100.000 maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.
“Lima orang itu anak dan dewasa,” ucapnya.
Disinggung banyaknya pasien DBD kalangan anak-anak, istianah mengatakan, sekolah seperti PAUD, TK, dan SD diakui dia jadi perhatian serius. Di tempat tersebut ada kader pemantau jentik di sekolah atau kader Jumantik sekolah.
“Kader itu dari sekolah tersebut sendiri,” katanya.
Tugas kader Jumantik adalah untuk memeriksa jentik di sekolah sekolah, abatisasi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus. Meski demikian diakui dia belum semua sekolah memiliki kader Jumantik saat ini.

















