Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Kick-Off Translokasi Badak Jawa oleh Menteri Kehutanan

282
×

Kick-Off Translokasi Badak Jawa oleh Menteri Kehutanan

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat pelaksanaan kick-off translokasi Badak Jawa dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), pada Jumat (29/8/2025), bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. (Foto : TNUK)

Triberita.com | Jakarta – Upaya besar untuk menyelamatkan satwa langka dunia, kembali dilakukan. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni resmi memimpin kick-off translokasi Badak Jawa dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), pada Jumat (29/8/2025) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Langkah monumental ini, menjadi tonggak baru dalam sejarah konservasi badak bercula satu yang kini hanya tersisa di Ujung Kulon.

Acara kick-off ini, digelar sebagai tanda dimulainya proses pemindahan beberapa individu badak Jawa ke lokasi baru yang lebih aman dan sesuai dengan habitatnya.

Translokasi, dilakukan sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko kepunahan akibat keterbatasan ruang hidup, potensi bencana alam, hingga penyakit yang dapat mengancam populasi badak Jawa.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan menegaskan, bahwa translokasi ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah bersama para mitra konservasi.

Badak Jawa, adalah kebanggaan bangsa sekaligus warisan dunia. Kita punya tanggung jawab besar untuk memastikan satwa ini tidak punah, dan translokasi adalah salah satu upaya terbaik yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Proses translokasi akan dilakukan dengan sangat hati-hati, melalui tahapan panjang mulai dari survei habitat, pemantauan individu badak, persiapan kandang angkut, hingga pengawasan medis.

Semua langkah dikoordinasikan dengan tim ahli nasional maupun internasional, agar berjalan aman dan minim risiko.

Dengan adanya kick-off ini, diharapkan semakin banyak dukungan publik terhadap upaya konservasi badak Jawa.

“Selain menjadi langkah penyelamatan, translokasi, juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan lembaga konservasi dunia,” ujarnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Beromset Miliaran Rupiah Perhari, Polda Banten Ungkap dan Buru 15 Pelaku Sindikat Penyuntikan Gas Elpiji Bersubsidi