Scroll untuk baca artikel
Banten RayaPilkada 2024Politik

Koalisi Besar Gerindra di Pilgub Banten, Rano Karno Kemana?

251
×

Koalisi Besar Gerindra di Pilgub Banten, Rano Karno Kemana?

Sebarkan artikel ini
Bakal Calon Bupati Pilbup Tangerang Maesyal Rasyid (foto ketiga dari kiri) melakukan silaturahmi dengan Ketua Desk Pilkada DPP Projo Provinsi Banten. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Kejutan besar dilakukan Gerindra pekan ini, yakni mendeklarasikan pasangan Andra Soni – Dimyati Natakusumah untuk maju di Pemilihan Gubenur (Pilgub) Banten 2024.

Dikabarkan koalisi partainya adalah Gerindra, PKS, PSI, PAN, PKB, PPP dan Nasdem (sumber : radarbanten). Sehingga tersisa Golkar, PDIP dan Demokrat yang kemungkinan mengusung Airin.

Ini mengindikasikan, Rano Karno tidak maju di Pilgub Banten kali ini. Karena kecil rasanya Airin turun menjadi calon Wakil Gubernur. Lalu siapa pasangan Airin?

Hadirnya PSI di koalisi itu, jelas ingin meraih efek Pilpres kemarin. Efek Jokowi di Pilpres, sepertinya ingin juga diterapkan di Pilgub Banten 2024. Terlebih, media-media lokal sudah menyiarkan kabar sekelompok Relawan Jokowi dukung Andra Soni.

PKS, Nasdem dan PKB, juga diharapkan meraih suara Anis-Imin. Terlebih ada 2 calon wakil Kepala Daerah yang merupakan kader PKS, yaitu Dimyati sebagai calon Wakil Gubernur Banten dan Nur Agis Aulia sebagai calon Wakil Walikota Serang.

Untuk PAN, harus ada catatan khusus. Tergantung dari konstelasi Kota Serang. Karena ketua PAN Banten Safrudin juga maju di Pilkot Serang 2024. Dan tidak berpasangan dengan Budi Rustandi (Gerindra).

Jika Safrudin jadi berpasangan dengan Ria M (Golkar), maka bisa saja PAN bergabung dengan Golkar Banten mengusung Airin.

Tapi isu menyeruak, Safrudin bakal berpasangan dengan Wahyu Nurjamil. Terlebih kabar burung survey menempatkan Safrudin di urutan pertama, dan Ria M di urutan terakhir; Safrudin, Budi Rustandi, Wahyu Nurjamil, Nuragis Aulia, dan Ria M.

Catatan lainnya adalah Pilbup Tangerang. Koalisi ini mengusung Maesyal Rasyid – Ratu Intan. Intan tak lain adik dari Bupari M Zaki, anak Ismet Iskandar. Dinasti Ismet dikenal penguasa Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Ingin Tahu Hasil Real Count Perolehan Suara Parpol Pemilu 2024?  

Lalu ada Wahidin Halim, Walikota Tangerang 2 periode dan Gubernur Banten kemarin. Populeritasnya masih duduk di nomor 2 setelah Rano Karno.

Ingat, M Zaki adalah ketua Golkar Jakarta. Jadi jangan harap Golkar Kabupaten Tangerang full di Airin. Bisa jadi sebagian (besar, malah), ada di Intan.

Lalu Dinasti Aat Safaat yang juga Golkar; berfaksi sama dengan M Zaki. Terlebih perwakilan Dinasti Aat, Ati tidak maju di Pilkot Cilegon. Golkar lebih memilih Robinsar Sinaga atau M Isro. Sedangkan Gerindra sudah memunculkan incumbent Helldy.

Bakal calon Wakil Gubernur Dimyati, merupakan founder dari Dinasti Dimyati di Pandeglang. Dimyati menjadi bupati Pandeglang 2 periode, kroninya Herwan Kurtubi (Wabup di era Bupati Dimyati) 1 periode, dan Istrinya Dimyati, Irna 2 periode.

Praktis dari tahun 2000, Pandeglang selalu dalam genggaman Dinasti Dimyati. Sekarang adik Dimyati, Dewi maju jadi bacalon Bupati Pandeglang dengan Iing, Ketua KNPI Pandeglang.

Melihat posisi ini, koalisi Gerindra bakal menguat (menguat yah, bukan menguasai) di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Serang, Cilegon dan Pandeglang.

Sementara Airin di Tangsel, Kabupaten Serang dan Lebak. Dinasti Jayabaya di Lebak diduga sudah berkoalisi dengan Dinasti Rau. Indikasinya, pasangan Fitron-Diana. Fitron dari Golkar dan Diana anak alm. Sumantri (adik Jayabaya).

Ada dua pilihan bagi Airin dalam memilih calon pasangannya. (1) berbasis masa alias jaringan suara. Dan/atau (2) cost politik.

Jika berbasis massa, maka calon yang dipilih harus mewakili Tangerang Raya (Kab/Kota Tangerang dan Tangsel). Karena 50% lebih suara di Banten ada di Tangerang Raya.

Arief Wismansyah, Walikota Tangerang kemarin, bisa mewakili ini. Ditambah keluarga besar Arief adalah pemilik jaringan RS Sari Asih. Jadi cost politik juga tidak masalah.

Baca Juga :  KPK Klaim Dana Rp 1 Triliun Hasil Kejahatan Lingkungan Diduga Mengalir ke Anggota Parpol

Tapi perlu diingat, di Kabupaten Tangerang ada Dinasti Ismet (Intan) yang diduga sudah gabung Koalisi Gerindra. Di Kota Tangerang, Wahidin, mantan Walikota Tangerang 2 periode, lalu Gubernur Banten pertama dari Tangerang sudah di Koalisi Gerindra dengan partai Nasdemnya.

Terlebih, baik itu Wahidin mau pun Arief, diisukan jadi Walikota Tangerang-nya karena kekuatan PKS yang militan. Dan PKS sudah masuk koalisi Gerindra. Jadi, tidak menjamin juga Airin-Arief mulus menang melawan Koalisi Gerindra.

Perlu diingat, perolehan kursi PDIP itu 14, sama dengan Golkar. Dan perolehan kursi Demokrat cuma 11. Tentu PDIP akan merasa lebih berhak mendapatkan jatah calon Wakil Gubernur dibandingkan Demokrat. Dapat dipastikan bakal alot keputusannya.

Jika memilih berdasarkan cost politik, maka peluang Al Muktabar mendampingi Airin jadi terbuka lebar.

Betul, Al Muktabar tidak sekaya Arief W atau calon yang lain. Tapi Al Muktabar punya kunci APBD dan ASN Pemprov Banten. Sumber daya luar untuk perhelatan Pilgub.

Al Muktabar dikenal cukup dekat dengan PDIP. Bahkan isu mengabarkan, dekat banget dengan Sekjen PDIP Hasto. Jadi Al bisa dianggap mewakili PDIP nantinya.

Dengan kunci APBD ini, Al juga bisa menarik kembali PAN dan PKB. Kabarnya, selebritis kedua partai ini sudah dekat dengan Al Muktabar sebelum Pilpres berlangsung.

Pemilihan Al Muktabar, juga dapat menguatkan hubungan Golkar dengan PDIP, dan tentunya Dinasti Jayabaya. Bonusnya, Demokrat. Karena Ketua Demokrat Banten Iti Octavia, adalah anak Jayabaya.

Tapi kalau Al Muktabar jadi bacalon Wakil Gubernur, berarti jabatannya PJ Gubernur dan Sekdanya, harus dilepas. Sehingga tidak bisa memanfaatkan APBD untuk Pilgub.

Diketahui, pengamanan APBD untuk Pilgub dapat dilakukan dengan cara menempatkan ASN yang loyal dijabatan-jabatan strategis; eselon I, eselon II dan eselon III. Serta eselon IV yang proyeknya bisa dimanfaatkan secara langsung.

Baca Juga :  Belum Sepekan Menjabat, Nama Pj Walikota Serang Dicatut Oknum Minta Uang ke OPD

Maka, apakah akan ada mutasi/promosi ASN Pemprov Banten sebelum pendaftaran calon (27 Agustus)?

Ade Sumardi (Ketua DPD PDI Perjuangan Prov Banten) bagaimana ? Gimana yah?… Wong suara dia aja cuma 18 ribu. Mana enggak punya duit cukup buat Pilgub. Berat dah (bukan enggak mungkin).

Terus Rano Karno bagaimana?

Facebook Comments
Example 120x600