Scroll untuk baca artikel
BeritaBisnisSejarahSosial Budaya

Lestarikan Tradisi Jawa, Tiga Bocah Penari Kuda Lumping Pukau Warga Subang

600
×

Lestarikan Tradisi Jawa, Tiga Bocah Penari Kuda Lumping Pukau Warga Subang

Sebarkan artikel ini
Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)
Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)

Triberita.com | Kabupaten Subang,- Ditengah gempuran pengaruh modernisasi, kesenian tradisional di Subang masih tetap bertahan bahkan dilestarikan. Salah satunya kesenian tradisional kuda lumping. Kesenian yang sarat dengan pertunjukan mistis ini masih eksis di tengah masyarakat.

Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. Kuda lumping dari seni Sugi Mukti juga disebut kuda lumping Cirebon. Kesenian ini sarat dengan pertunjukkan mistis karena dilangsungkan dengan ritual-ritual untuk membuat para pemain kuda lumping tidak sadarkan diri.

Seperti yang terlihat di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, disini  pertunjukan kuda lumping Cirebon masih dapat dilihat, biasanya saat hajatan.

Misalnya sunatan atau pernikahan. Keluarga yang menggelar hajatan mengundang perkumpulan kuda lumping untuk ikut bersuka-ria bersama masyarakat lainnya.

Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)
Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)

Kesenian Jawa Jaranan atau Kuda Lumping di Kabupaten Subang kian diminati masyarakat bahkan kalangan pemuda. Seperti yang digelar disebuah vila di Subang oleh tiga bocah dari Seni Sugi Mukti Cirebon, Sabtu (14/10/2023) siang saat memakau penonton khususnya warga Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Puluhan penonton memadati tempat hiburan tersebut. Bahkan banyak juga anak anak muda, asik mendengarkan lagu khas jawa dengan berkolaborasi lantunan alat tradisional angklung.

Deka (15) penari cilik mengatakan, pihaknya terus melestarikan budaya jawa hingga turun menurun sampai ke generasi anak anak muda yang ada saat ini.

Dikatakan olehnya, Kuda lumping juga disebut Jaran kepang atau Jathilan adalah tarian tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

“Jadi ini tarian yang energik, penari seakan menunggangi kuda sembari memecut menggunakan cabuk,” ujarnya.

Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)
Seni kuda lumping Sugih Mukti Cirebon merupakan salah satu pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Kabupaten Cirebon. (foto: Abdul Kholilulloh)

Hingga saat ini, seni Sugi Mukti Cirebon sudah memiliki puluhan anggota dari penari, pemain musik bahkan pawang yang ada. Sanggar tari kuda lumping ini, beralamat di wilayah Cirebon. Hingga saat ini, bahkan sudah ada ratusan sanggar seni kuda lumping yang ada se Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :  KRJ Usulkan Sistem Pemilihan Bakal Calon PJ Gubernur

“Harapan kami bersama kesenian ini tidak dimakan zaman. Makanya kita mengajak anak anak muda ikut berpartisipasi dalam kesenian ini,” tambahnya.

Kendati diantara anggota lainnya masih berstatus pelajar, dirinya masih lebih memilih mengais rezeki dengan cara ngamen untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencukupi keluarga.

Facebook Comments