Scroll untuk baca artikel
BeritaKriminal

Oknum Guru SD Negeri Pelaku Pencabulan 5 Siswi SD Diringkus Polres Karawang, Kasatreskrim Ungkap Kronologi

205
×

Oknum Guru SD Negeri Pelaku Pencabulan 5 Siswi SD Diringkus Polres Karawang, Kasatreskrim Ungkap Kronologi

Sebarkan artikel ini
Kasatreskrim Polres Karawang Abdul Jalil membeikan keteranga pers kepada media terkait kasus pencabulan oknum guru SD, Senin (20/11/2023)

Triberita.com | Karawang – Satreskrim Polres Karawang berhasil menangkap SF (45), tersangka tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, Senin (20/11/2023).

Kasat Reskrim, Abdul Jalil dalam keterangan pers-nya menyampaikan, pelaku sering melakukan perbuatan cabul tersebut dengan sengaja disaat jam pelajaran pelaku mengajar di dalam kelas, Perbuatan tersebut sudah dilakukan dari bulan Agustus 2022 hingga September 2023.

“Kami menerima Laporan, ada 5 orangtua korban yang melaporkan. Ada satu korban yang dalam sehari mendapat perbuatan cabul dari pelaku lebih dari 2 kali, dan terjadi beberapa,” ungkap Abdul Jalil, Senin (20/11/2023).

Kasat Reskrim pun membeberkan kronologi kejadian, berawal dari informasi dari kakak korban yang memberitahukan kepada ibunya bahwa pada bulan Agustus 2023 di hp korban ada chat pelaku dan korban.

“Ada chat antara pelaku dengan korban, chat ‘mam’, ‘pap’, ‘sayang’ dan ada juga bujuk rayu pelaku terhadap korban. Saat itu kakak korban menegur korban tentang chat tersebut. Karena menurut kaka korban bahwa chat pak guru sudah melecehkan korban,” beber Abdul Jalil.

Masih dijelaskan Abdul Jalil, kejadian berawal ketika korban duduk di kelas V SD.

“Korban sedang belajar dikelas, korban duduk dikursi paling depan, pelaku menghampiri korban, berdiri disebelah korban, lalu tangan pelaku masuk kedalam hijab korban, memeluk korban, kemudian memegang payudara korban, dan meremas-remas payudara korban beberapa kali dengan tangan pelaku di dalam hijab korban,” ucap Abdul Jalil.

Kasatreskrim memaparkan, SF pelaku pencabulan bisa dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan tentang penetapan PERPU No. 1 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Baca Juga :  Viral, Bang Jago Pegang Pistol Sambil Pukul Sopir Taxi Online, Kapolda Metro Jaya Lakukan Pencarian

“SF diancam hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah),” terang Abdul Jalil.

“Pasal ini menyebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan,” pungkasnya.

Facebook Comments
Example 120x600