Triberita com | Kabupaten Bekasi – Di penghujung bulan suci Ramadan, jelang hari Raya Idul Fitri 1445 H selalu ada tradisi yang namanya mudik, yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia.
Hari Raya Lebaran juga menjadi momen meraup keuntungan bagi pelaku bisnis transportasi. Pasalnya, di moment ini pemerintah mengizinkan alat transportasi menaikkan harga tiket. Salah satunya tiket armada bus.
Suka tidak suka, mau tidak mau, masyarakat pemudik tetap mengikuti harga, meskipun kenaikan bisa mencapai 100 persen, atau dua kali lipat harga dihari biasa. Hal ini disebabkan begtu besarnya keinginan untuk berlebaran di kampung halaman.
Melonjaknya harga tiket bus mencapai 100 persen itu sering dikeluhkan pemudik. Salah satunya warga Cikarang Kabupaten Bekasi, Sarjono.
Kepada Triberita Sarjono mengungkapkan, bersama keluarga, dirinya ingin mudik malam ini ke Madiun, Jawa Timur, dengan menggunakan bus.
Sarjono mengatakan, kenaikan harga tiket bus setiap jelang lebaran pasti terjadi, dan menurut dia, sudah biasa.
“Tapi kalau kenaikannya sampai 2 kali lipat, itu sangat memberatkan kami para pemudik,” keluh Sarjono, saat ditemui Triberita sedang menunggu bus di perempatan lampu merah Cinity, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (8/4/2024).
Ia mengungkapkan, dihari biasa, harga tiket dari Bekasi tujuan Madiun hanya 320 ribu/orang.
“Tetapi menjelang lebaran naik menjadi 640 ribu per orang, sangat berat beban untuk ongkosnya saja,” ucapnya.
“Yah kami ngga bisa berbuat apa-apa, pasrah saja,” sambungnya.
Lebih lanjut Sarjono mengungkapkan, baru lebaran tahun ini dirinya sekeluarga mudik sebelum hari Raya Idul Fitri.
“Baru tahun ini kita sekeluarga mudik sebelum lebaran biasanya sih sesudah lebaran, sekali-kali pingin lebaran di kampung,” tuturnya.
















