Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaSosial Budaya

Pemudik Motor dan Truk golongan VI B Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan Mulai 15 April. Tapi dikeluhkan?

283
×

Pemudik Motor dan Truk golongan VI B Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan Mulai 15 April. Tapi dikeluhkan?

Sebarkan artikel ini

Kondisi antrian truk yang didominasi logistik mencapai 4 km, terjadi ketika hendak masuk di Pelabuhan Ciwandan, sejak Sabtu malam kemarin, 15 April 2023

UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Kabupaten Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten, terus memperbaiki ruas jalan raya Cisauk, Legok, Jaha, Malang Nengah dan Tigaraksa, yang kerap dilalui oleh pemudik sepeda motor tujuan Pulau Sumatera melalui Tangerang untuk menuju Serang-Cilegon-Merak. (Foto: istimewah)
UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Kabupaten Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten, terus memperbaiki ruas jalan raya Cisauk, Legok, Jaha, Malang Nengah dan Tigaraksa, yang kerap dilalui oleh pemudik sepeda motor tujuan Pulau Sumatera melalui Tangerang untuk menuju Serang-Cilegon-Merak. (Foto: istimewah)

Triberita.com, Cilegon Banten – Sejumlah pemudik tujuan Pulau Sumatera mengeluhkan waktu antrean masuk kendaraan ke dalam kapal di Pelabuhan Ciwandan. Kondisi antrian truk yang didominasi logistik mencapai 4 km, terjadi ketika hendak masuk di Pelabuhan Ciwandan, sejak Sabtu malam kemarin, (15/4/2023).

“Antreannya lama bangat. Saya sampai disini Sabtu pukul 00.00 WIB, tapi sampai Minggu (16/4/2023) pagi pukul 07.00 WIB, masih dijalur antrian,” ujar seorang pengemudi asal Tangerang yang mengaku hendak menuju Pekanbaru, saat ditemui Triberita.com, di Jalan Raya Cilegon – Anyer, Minggu (16/4/2023).

Bahkan, hingga siang masih banyak pemudik dan pengguna jasa penyeberangan belum bisa naik ke atas kapal. Diduga, kondisi itu terjadi karena jumlah pemudik pengguna jasa penyeberangan melebihi dari kapasitas kapal.

Keluhan serupa dikatakan seorang pemudik yang mengendarai sepeda motor. Ia mengaku tertahan sejak Minggu pagi pukul 08.00 WIB.

“Berdasarkan informasi, penumpang tertahan untuk menunggu giliran naik ke atas kapal. Sepanjang perjalanan dari Cilehon, banyak pengemudi kendaraan yang ketiduran dijalur saat mengantre,” katanya. Dia berharap perbaikan antrean tidak terlalu lama.

UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Kabupaten Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten, terus memperbaiki ruas jalan raya Cisauk, Legok, Jaha, Malang Nengah dan Tigaraksa, yang kerap dilalui oleh pemudik sepeda motor tujuan Pulau Sumatera melalui Tangerang untuk menuju Serang-Cilegon-Merak. (Foto: istimewah)
UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Kabupaten Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten, terus memperbaiki ruas jalan raya Cisauk, Legok, Jaha, Malang Nengah dan Tigaraksa, yang kerap dilalui oleh pemudik sepeda motor tujuan Pulau Sumatera melalui Tangerang untuk menuju Serang-Cilegon-Merak. (Foto: istimewah)

Sementara informasi yang diperoleh dari warga pedagang di sekitar pelabuhan Cinwandan, kemacetan panjang terjadi sejak Sabtu (15/4/2023) malam. Antrean panjang mulai dari dalam Pelabuhan Ciwandan hingga ke Jalan Linkar Selatan (JLS). Meski demikian, antrean tersebut tidak menyebabkan kemacetan bagi pengendara lainnya.

“Katanya, penambahan penggunaan Pelabuhan Ciwandan untuk memperlancar perjalanan pemudik yang mau ke Pulau Sumatera. Kenyataannya, bukan lancar, tapi yang terjadi justri lebih merepotkan pemudik. Apalagi kondisi jalan dan jaraknya menuju Pelabuhan Ciwandan lebih jauh daripada ke Pelabuhan Merak,” cerita pedagang musiman ini.

Baca Juga :  Tangis Haru Mak Sumiyati Saat Rumahnya Direnovasi, Petugas TNI Polri Turut Andil

Untuk diketahui, Pelabuhan Merak-Bakauheni menjadi salah satu titik krusial yang menjadi perhatian utama. Terlebih, estimasi pemudik pada tahun ini diperkirakan akan bertambah.

Tidak hanya mengoperasikan Pelabuhan Ciwandan, stakeholder terkait juga sudah menyiapkan kapal sebanyak 65 unit kapal di Merak-Bakauheni, 12 unit kapal roro di Ciwandan, dan 3 unit kapal pelni untuk Ciwandan-Panjang, serta menambah kapasitas lahan untuk parkir kendaraan di area pelabuhan dengan merelokasi kantor ASDP Merak.

Selanjutnya, menyiapkan buffer zone di KM 68, Km 89 dan Km 97 di tol arah Merak. Selain untuk mengendalikan arus lalin (delaying system), tempat ini juga akan digunakan untuk memastikan penumpang sudah memiliki tiket yang dibeli secara daring/online dan memastikan ketepatan data manifest, serta melakukan pelebaran dan penataan bahu jalan Cikuasa bawah dan atas.

Facebook Comments