Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamBerita

Ribuan KK Warga Tangsel Banten Tergenang Banjir

361
×

Ribuan KK Warga Tangsel Banten Tergenang Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir menggenangi Perumahan Taman Mangu, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. (Foto: istimewa)

Triberita.com | Tangsel Banten – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, membuat aliran sungai meluap.

“Pemukiman warga hingga jalanan terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,2 meter. Sejak subuh, akses jalan belum bisa dilalui, karena genangan air sangat tinggi,” ujar salah seorang warga Pondok Aren, bernama Wijaya, Selasa (4/3/2025).

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, menghimpun data sejak, Senin malam mulai pukul 23.20 WIB hingga Selasa (4/3/2025) pagi, pukul 04.25 WIB, dilaporkan ada 11 titik banjir.

“Sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) di daerah itu terdampak bencana alam banjir. Di Perum Pondok Maharta, tinggi muka air mencapai 120 sentimeter,” ujar Komandan Pleton (Danton) Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan.

Dikatakan, ada lima kecamatan yang terendam banjir, antara lain Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, Ciputat dan Serpong Utara.

BPBD mencatat, sebanyak 1.870 unit rumah terdampak kejadian ini. Untuk mobilisasi dan evakuasi warga terdampak, BPBD Kabupaten Tangerang Selatan mengerahkan perahu karet.

Dian Wiryawan menjelaskan, dari ribuan KK yang terdampak itu, berasal dari 11 lokasi banjir di Tangsel, dan hingga saat ini hanya tersisa tinggal empat titik yang masih tergenang air dan wilayah terparah terjadi di Perumahan Maharta.

“Alhamdulillah dari 11 tinggal 4 yang belum surut. Ada di Jalan Ceger Taman Mangu, Kavling Bulak Pondok Kacang Timur, Komplek Maharta, lalu di Puri Bintaro Indah Jombang. Yang tertinggi ada di Maharta,” katanya.

Ia menyebutkan, di Perumahan Maharta terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir, dan warga yang terdampak sebagian mengungsi di wilayah yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Air Sungai Cisadane Meluap, Ribuan Warga Tangerang Terdampak Banjir dan Mengungsi

“Terdampak kurang lebih ada 1.000 KK, dan 700 rumah. Selain hujan deras, banjir disebabkan oleh meluapnya Kali Serua,” terangnya.

Sementara itu, wilayah Pasar Ceger di Tangsel, tutup akibat banjir. Ketinggian air sampai 30-40 centimeter. Kejadian masuknya air ke dalam pasar tersebut, belum pernah terjadi sebelumnya.

“Info dari pengelola ditutup sementara. Kalau toko saya kemungkinan akan tutup selama tiga hari. Dari 2012, baru kali ini kebanjiran dari awal jualan di sini, biasanya banjir cuma di jalannya saja,” ungkap Nia, salah satu pedagang di pasar tersebut

Akibat banjir tersebut, dikatakan Nia, para pedagang mengalami kerugian lantaran dagangannya berupa kain basah semua.

“Kerugian sih pasti, tapi yang basah ini masih bisa dibersihkan dijemur. Untungnya tidak banyak lumpurnya jadi barang-barang masih bisa diselamatkan,” kata dia.

Facebook Comments