Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Sahroni Sekeluarga Ditemukan Tewas Terkubur dalam Satu Lubang di Indramayu

1540
×

Sahroni Sekeluarga Ditemukan Tewas Terkubur dalam Satu Lubang di Indramayu

Sebarkan artikel ini
Warga berada didepan rumah Almarhum H Sahroni di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kematian satu keluarga ini masih menjadi misteri, namun dugaan sementara, para korban tewas dibunuh. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Indramayu – Warga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dibuat geger dengan penemuan satu keluarga berjumlah 5 orang, ditemukan tewas tertimbun dalam satu lubang di halaman belakang rumah mereka.

Menurut informasi yang diperoleh, kelima korban adalah H Sahroni dan istri, ayah mertua, anak perempuan, serta bayi.

Kasus temuan mayat satu keluarga tersebut, tengah dilakukan penyelidikan oleh Polres Indramayu. Kuat dugaan, mereka adalah korban tindak kejahatan.

Kepala Seksi Humas Polres Indramayu AKP Tarno di Indramayu mengatakan, kasus ini terungkap setelah warga sekitar melaporkan adanya bau menyengat dari rumah korban yang sudah beberapa hari tertutup.

Setelah diperiksa, di bagian belakang rumah ditemukan gundukan tanah. Saat digali, di dapati lima jenazah yang terkubur dalam satu liang, terdiri atas tiga orang dewasa dan dua anak-anak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kelima korban diduga merupakan satu keluarga yang menempati rumah tersebut, serta identitas lengkapnya masih dalam proses verifikasi penyidik.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi sudah meminta keterangan dari lima saksi, sedangkan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu, guna proses identifikasi dan otopsi.

“Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Hasil pasti penyebab kematiann menunggu hasil otopsi,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP), sejumlah barang bukti sudah diamankan, yakni berupa cangkul, ember kecil, seprai serta terpal berwarna biru yang terdapat bercak darah.

“Untuk dugaan hilangnya barang-barang milik korban, masih dilakukan pendalaman oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu,” katanya.

Sementara itu, seorang tetangga bernama Sohib, menceritakan kronologi awal mula warga bisa menemukan Sahroni sekeluarga dalam kondisi tewas di dalam satu lubang.

Baca Juga :  Polairud Banten Gelar Rekonstruksi Temuan Mayat di Pantai D'88 Cinangka

“Hari itu, hari Kamis. Ibu Euis persis tetangga sebelah rumahnya Pak Haji Sahroni. Ibu Euis itu, anaknya sekolah bareng dengan anaknya Pak Haji Sahroni,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sohib, pas hari itu, hari Kamis dikontak, Ibu Euis menanyakan, Bu berangkat enggak. Tapi tidak ada jawaban dari keluarga Pak Haji Sahroni.

Kemudian, keesokan harinya, Jumat dan sampai hari Sabtu (30/8/2025) karena masih belum juga ada jawaban, Euis yang curiga akhirnya mencoba menghubungi salah satu keluarga Haji Sahroni yang tinggal di tempat lain, bernama Ema.

“Akhirnya, Ibu Ema datang dan karena rumah Haji Sahroni dalam keadaan terkunci, disepakati bersama warga untuk mendobrak pintu yang terkunci tersebut dan memeriksa seisi rumah.

Rumah dalam keadaan sepi dan tidak ditemukan ada seorang pun di dalamnya.
Saat naik ke lantai dua, warga merasa curiga karena mencium bau busuk dari arah kiri rumah.

Selanjutnya semua warga setempat mencari tahu sumber bau busuk tersebut, yang ternyata berada sebelah kiri halaman rumah, dekat pohon nangka dan terlihat ada gundukan tanah serta bekas jejak kaki manusia.

Dengan temuan gundukan tersebut, Ema bersama warga lainnya, kemudian berhamburan berteriak minta tolong agar warga membawa cangkul dan alat lainnya untuk menggali tanah.

“Setelah gundukan tanah digali, akhirnya diketahui bahwa, jasad yang terkubur adalah Haji Sahroni dan keluarga. Kemudian oleh polisi dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk diautopsi,” Sohib.

Hingga kini, Polres Indramayu masih mendalami motif kasus dan mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, kasus penemuan lima jenazah Haji Sahroni sekeluarga ini, warga menduga peristiwa itu terkait dengan tindak pidana perampokan.

Seorang warga bernama, Ami (35) mengaku kaget, saat mengetahui tetangganya ditemukan tewas dalam kondisi terkubur.

Baca Juga :  Ratusan ASN lakukan Tes Urine, BNNK Bandung Barat: Upaya Mencegah Penyalahgunaan Narkotika

Sebelum kejadian, Ia mengaku sempat melihat ada dua mobil pikap berhenti persis di depan rumah korban.

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments