Triberita com | Subang – Kabar mengejutkan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Subang Dr.Maxi, yang saat ini sedang menanggani kasus siswa SMAN 3 Subang. Informasi tersebut sudah sampai di KPA (Komisi Perlindungan Anak) Kabupaten Subang dan ditindaklanjuti kebenarannya pada Senin (9/9/2024).
Siswa laki-laki dari keluarga miskin yang masih duduk dikelas 2 tersebut dikeluarkan secara sepihak oleh SMAN 3 Subang dengan alasan memiliki perilaku kesehatan yang dianggap kurang baik.
“Setelah kami dapat laporan dari KPA itu, kami lakukan pendalaman, meneliti dahulu sebab dan permasalahannya seperti apa, dan dalam waktu dekat kami akan berbicara kepada pihak sekolah untuk mencari solusinya,” kata Dr. Maxi Kadis Kesehatan Subang.
Menurut Dr Maxi, perilaku siswa tersebut sejalan dengan waktu, bisa berubah, dan sekolah harus bisa membimbing, bukan mengambil sikap tidak menerima siswa tersebut.
“Kami mendapatkan siswa tersebut sudah 3 bulan tidak bersekolah, dan siswa ini dari pihak sekolah sudah tidak bersekolah (tidak terdaftar),” ucap Dr Maxi.
Dikonfirmasi ke pihak sekolah, Humas SMAN 3 mengatakan, tidak ada siswa yang dikeluarkan. Konfirmasi Triberita.com kepada sekolah tersebut seperti membuat tersinggung dan sedikit marah.
Bahkan pernyataan Dr.Maxi dianggap oleh pihak sekolah sebuah fitnah yang ditujukan kepda SMAN 3. Selain itu juga, jurnalis yang ingin konfirmasi soal adanya siswa SMAN 3 yang dikeluarkan dari sekolah harus membawa surat identitas lengkap dan surat ijin dari Pemerintah Daerah Subang.

















