Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaSocial Media

Waspada Peliharaan Hewan Dirumah, 55.000 Jiwa Meninggal Akibat Rabies

270
×

Waspada Peliharaan Hewan Dirumah, 55.000 Jiwa Meninggal Akibat Rabies

Sebarkan artikel ini

Media sosial digemparkan dengan beredarnya video kasus yang cukup viral, yaitu seorang anak di Buleleng Bali kesakitan akibat rabies hingga akhirnya anak itu meninggal

Triberita.com, Serang Banten – Rabies dilaporkan menyebabkan hampir 55.000 jiwa per tahun meninggal dunia, meskipun angka yang benar tentu jauh lebih tinggi.

Sementara belakangan ini, media sosial digemparkan dengan beredarnya video kasus yang cukup viral, yaitu seorang anak di Buleleng Bali kesakitan akibat rabies hingga akhirnya anak itu meninggal.

Rabies menyebabkan kematian lebih banyak dibanding penyakit menular lainnya dan terutama memengaruhi anak-anak di negara berkembang. Di negara-negara di mana orang masih sekarat akibat rabies, anjing adalah vektor utama.

Dalam setiap tahunnya rabies bisa menyebabkan sekitar 59.000 kematian di seluruh dunia, bahkan di Indonesia terdapat dua kabupaten yang menyatakan kejadian luar biasa rabies yakni Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui air liur (anjing, kucing, kera) yang terkena rabies dengan jalan gigitan atau melalui luka terbuka.

Penyakit rabies masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1884, ditemukan oleh Schrool (orang Belanda) pada kuda, kemudian tahun 1889 Esser W, J, dan Penning menemukan penyakit rabies pada anjing.

Pada tahun 1894, virus rabies pertama kali menyerang manusia, ditemukan oleh EV De Haan (orang Belanda).

Di Provinsi Bali, penyakit rabies muncul kembali pada tanggal 14 Nopember 2008, menimpa seorang warga Banjar Giri Darma, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan Badung, dan sampai sekarang penyakit rabies perlu diwaspadai.

Menghadapi masalah rabies ini, Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat waspada, lebih peduli dan tidak menganggap sepele gigitan dari hewan terutama anjing.

Sumber penular dari penyakit rabies adalah anjing sebagai sumber penular utama, selain itu juga dapat ditularkan oleh kucing dan kera.

Di luar negeri, selain ke 3 hewan diatas, juga dapat ditularkan melalui gigitan bitang seperti : serigala, kelelawar, skunk, dan racoon.

Daya serang virus rabies l, setelah virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan hewan (anjing), selama kurang lebih 2 minggu virus akan tetap tinggal di tempat masuk dan atau didekat tempat gigitan.

Paparan kasus rabies pada manusia 90 persen paling banyak ditularkan oleh anjing, bahkan 99 persen bisa menyebabakan kematian akibat rabies yang ditularkan oleh anjing.

Sebenarnya rabies ini ditularkan tidak hanya melalui anjing saja, namun rabies ini bisa ditularakan oleh hewan lainnya seperti kelelawar, kucing, rubah dan kera.

Penyakit anjing gila atau rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus yang dapat menyebabkan kematian.

Virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia, rabies disebabkan oleh Lyssavirus dari keluarga Rhabdoviridae yang terdapat dalam air liur hewan penular rabies.

Baca Juga :  Dua Tersangka Pencuri Besi Pembatas Jalan di Diringkus Polres Serang

Biasanya rabies dapat ditularkan melalui gigitan, cakaran, dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies.

Selain itu, rabies juga bisa menular ketika bahan infeksius kontak langsung dengan mukosa manusia atau luka di kulit.

Peta penyebaran rabies di dunia tersebar di lebih dari 150 negara, sekitar 55.000 orang meninggal karena rabies setiap tahunnya, sebagian besar kasus rabies banyak terjadi di Asia dan Afrika.

Sekitar 40 persen kematian karena rabies terjadi pada anak usia dibawah 15 tahun, setiap tahun lebih dari 15 juta orang menetima vaksin anti rabies pasca gigitan untuk mencegah timbulnya penyakit ini.

Di indonesia kasus rabies tersebar di 26 Provinsi sisanya merupakan daerah bebas yakni Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua dan Papua Barat, sekitar 98 persen kasus rabies ditularkan oleh anjing, lalu sisanya ditularkan oleh kucing dan kera.

Untuk masa inkubasi pada manusia bervariasi yakni antara 2 minggu hingga 2 tahun, tapi biasa 3 hingga 8 minggu, ini bisa dipengaruhi oleh jumlah virus yang masuk, kedalam luka, lokasi gigitan, imunitas dan lain-lain, sedangkan masa inkubasi pada hewan juga bervariasi, yakni antara 2 sampai 8 minggu.

Virus rabies masuk melalui gigitan hewan penular rabies ke dalam otot di sekitar gigitan kemudian bergerak ke syaraf tepi lalu naik ke sumsum tulang belakang, kemudian masuk ke otak hingga menyebar pada kelenjar ludah dan organ tubuh lainnya.

Adapun tanda gejala yang paling umum pada orang yang terkena virus adalah takut pada air atau hidrophobia, takut pada cahaya atau photophobia, dan takut pada angin atau aerophobia juga mengeluarkan air liur yang berlebihan atau hipersalivasi.

Kita juga mesti waspada dan mengetahui apa saja tanda-tanda hewan yang mengidap rabies ganas, biasanya hewan yang mengidap radies ganas ditandai dengan suaranya yang parau, tidak jinak, menyerang dan menggigit apa saja yang bergerak, lari tanpa arah, mati 4-7 hari setelah gejala pertama muncul.

Sedangkan untuk hewan yang mengidap rabies tenang ditandai dengan hewan suka bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, tidak mampu menelan, mulut terbuka, air liur berlebihan, kejang-kejang berlangsung singkat, bahkan sering tidak terlihat kelumpuhan dan kematian terjadi dalam waktu singkat.

Kasus rabies ini biasanya sulit diketahui dari awal, karena belum ada tes untuk mengdiagnosis infeksi rabies pada manusia.

Sebelum timbul gejala klinis dengan tanda-tanda rabies yang spesifik yakni takut pada air, takut cahaya dan takut angin.

Jika sudah timbul gejala klinis tersebut, maka orang yang akan mengalaminya tidak akan bisa diselamatkan lagi.

Baca Juga :  Polisi Rilis Identitas 2 DPO Kasus Proyek Fiktif Pengadaan Barang Senilai 1 Milliar Lebih

Oleh sebab itu jika seseorang digigit hewan menular rabies, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka gigitan, gunakan sarung tangan lalu cuci bekas gigitan dengan sabun atau detegen pada air yang mengalir selama 15 menit dengan gerakan searah dan berulang.

Setelah itu beri antiseptik atau obat sejenisnya dan segera pergi ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapat vaksin anti rabies atau vaksin anti rabies dan serum anti rabies sesuai indikasi.

Untuk hewan yang menggigit dan terinfeksi rabies tersebut harus segera ditangkap dan diserahkan atau dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan di dinas yang membidangi fungsi kesehatan setempat untuk diobservasi selama 14 hari.

Dan yang terakhir adalah jadilah pemilik hewan yang bertanggungjawab dengan memperhatikan makanan dan kesehatan hewan peliharaan sehingga tidak terlantar.

Jika hewan tersebut ingin dibawa ke luar rumah sebaiknya harus dilengkapi dengan pengaman mulut, dan lakukan vaksinasi hewan secara berkala.

Morfologi virus rabies, berbentuk peluru, mempunyai panjang 180 nm (nanometer), dan lebar 75 nm. Komposisi dari virus ini antara lain rantai panjang Ribo Nucleic Acid (RNA), lipid, karbohidrat dan protein.

Sifat Virus Rabies

Virus rabies meliputi sifat fisik dan sifat kimia. Sifat Fisik : (1) Pemanasan pada suhu 60o C selama 5 menit akan mematikan virus ; (2) Virus akan mati bila terkena sinar ultraviolet ; (3) Cepat mati bila berada diluar jaringan hidup ; (4) Pada suhu – 4o C ( minus 4 °C ) virus dapat bertahan hidup sampai berbulan-bulan. Sifat Kimia : (1) Dapat diinaktifkan dengan propiolakton, phenol, halidol azirin, zat pelarut lemak, dll ; (2) Tahan hidup beberapa minggu di dalam gliserin pada suhu kamar ; (3) Virus rabies bila disimpan didalam larutan gliserin pekat pada suhu kamar, dapat bertahan- berminggu-minggu ; (4) Pada gliserin 10 %, virus akan cepat mati ; (5) Cepat mati dengan zat-zat pelarut lemak seperti air sabun, detergent, chloroform, ether dll.

Masa Inkubasi dan Sumber Penularan Penyakit Rabies

Masa inkubasi (masa masuknya virus ke dalam tubuh manusia/hewan sampai menimbulkan gejala penyakit) adalah : Masa inkubasi pada hewan antara 3 – 8 minggu, masa inkubasi pada manusia bervariasi, biasanya 2 – 8 minggu, kadang- kadang 10 hari sampai 2 tahun, tetapi rata- rata masa inkubasinya 2 – 18 minggu.

Faktor Risiko Penularan Cara Penularan

Hal-hal yang menjadi faktor risiko penularan penyakit rabies adalah sarana transportasi, khususnya pelabuhan yang tidak resmi, hewan peliharaan yang tidak di vaksinasi di daerah tertular, hewan pembohong di daerah tertular, pekerja yang terkena spt dokter hewan, menangkap anjing, petugas laboratorium, pemburu dll. Wisatawan ke daerah tertular tetapi tidak diberi pre exposure, transplantasi terutama kornea.

Penyakit Rabies sudah tertular ke seluruh dunia, sedangkan daerah tertular rabies di wilayah Indonesia selain Bali meliputi 23 provinsi, artinya hanya 10 provinsi di Indonesia yang menyandang status bebas rabies. Cara penularan virus rabies pada hewan berbeda dengan cara penularan pada manusia.

Baca Juga :  Jadi Sarang Pungli, Soeharto Pernah Bekukan Bea Cukai

Pada hewan terjadi melalui gigitan hewan yang menderita rabies ke hewan sehat. Cara penularan pada manusia, dibagi dua yaitu : (1) Dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan yang air liurnya mengandung virus rabies. (2) Gigitan melalui jilatan hewan yang mengandung virus rabies pada luka, selaput lendir yang utuh, selaput lendir mulut, selaput lendir anus, selaput lendir alat kelamin eksterna dan melalui inhalasi / udara (jarang terjadi).

G ejala dan Tanda Rabies

Gejala dan tanda rabies pada hewan ada 2 (dua) tipe yaitu : (1) Tipe ganas terdiri dari stadium prodromal, eksitasi dan paralise dengan rincian : Stadium prodromal ( 2 – 3 hari ), gejala : malaise, tidak mau makan, agak jinak, demam sub febris, refleks kemarahan menurun ; Stadion eksitasi ( 3 – 7 hari ), gejala : reaktif dengan menyerang, dan menggigit benda bergerak, pica (memakan berbagai benda termasuk tinjanya sendiri), lupa pulang, strabismus, ejakulasi spontan ; Stadium paralisis, gejala : ekor jatuh, mandibula jatuh, lidah keluar, ludah (ludah) berhamburan, kaki belakang terseret.

Pada stadium ini sangat singkat dan biasanya dikuti dengan kematian hewan tersebut. (2) Tipe Jinak (dumb), umumnya stadium ini muncul setelah stadium paralisis, anjing ini terlihat diam, berpenampilan tenang namun akan ganas jika didekati.

Gejala dan tanda penderita rabies pada manusia yaitu demam, mual, rasa nyeri di tenggorokan, kereshan, takut air (hidrofobia), takut cahaya, lidah yang berlebihan (hipersaliva).

Pertolongan Pertama, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Rabies

Pertolongan pertama pada penderita rabies dapat dilakukan cara-cara seperti : (1) Cucilah gigitan hewan (anjing) dengan sabun / detergen di bawah air yang mengalir selama 10 – 15 menit ; (2) Beri obat antiseptik pada luka gigitan (obat merah, alkohol 70 % dll); (3) Hubungi pusat rabies untuk bantuan selanjutnya Pusat media ; Dinas Peternakan.

Pencegahan rabies dapat dilakukan dengan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan anda setiap 1 tahun sekali, segera laporkan ke puskesmas / rumah sakit terdekat bila digigit oleh hewan sasaran rabies untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Kesimpulan dan Saran

Rabies adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan anda setiap 1 tahun sekali, segera melapor ke puskesmas / rumah sakit terdekat bila digigit oleh hewan penunjuk rabies untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). Segera laporkan ke pusat rabies bila menemukan hewan dengan gejala rabies, dan jangan melepas hewan piaraan Anda berkeliaran di alam bebas.

Facebook Comments