Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

WWF ke-10 Diadakan di Bali, Pemerintah Indonesia Tempatkan Isu Air di Puncak Agenda Global

319
×

WWF ke-10 Diadakan di Bali, Pemerintah Indonesia Tempatkan Isu Air di Puncak Agenda Global

Sebarkan artikel ini

Triberita.com | Jakarta – Melalui World Water Forum (WWF) ke-10, Pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong negara-negara dan para pemangku kepentingan bidang air di seluruh dunia untuk menempatkan isu-isu terkait air pada puncak agenda global.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pada Jumat (8/3/2024), sehubungan akan diselenggarakannya acara World Water Forum ke-10 yang akan digelar di Bali, pada 18-25 Mei 2024.

Basuki berharap, World Water Forum ke-10 dapat menjadi platform pengambilan keputusan untuk menempatkan isu air sebagai prioritas utama pada tingkat global, agar kita semua bisa memberikan kualitas air yang lebih baik demi kualitas hidup masyarakat kita yang lebih baik di masa depan.

Pemerintah Indonesia, berharap penyelenggaraan World Water Forum ke-10 tidak sebatas melahirkan dokumen atau deklarasi saja, tetapi juga mampu menjawab tantangan air global, dan menciptakan akses air bersih secara berkeadilan di setiap negara.

World Water Forum ke-10 fokus membahas empat hal, yakni konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

Penyelenggaraannya terdiri atas tiga komponen, yaitu proses tematik, proses regional, serta proses politik.

Proses politik diperlukan untuk mengintegrasikan hasil pembahasan sains dalam forum agar suatu kebijakan bisa diimplementasikan ke masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia mengundang para pemimpin negara dan pejabat terkait untuk bersama-sama membicarakan dan mencari solusi atas persoalan air.

Sebanyak 244 sesi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil, pembentukan center of excellence untuk ketahanan air dan iklim, proyek terkait air, dan penetapan Hari Danau Sedunia.

Baca Juga :  Kapolri Bakar Semangat Anggota Pengamanan KTT G20

Pemerintah Indonesia mengundang 43 duta besar dan 4 organisasi internasional untuk turut berpartisipasi dan menyukseskan World Water Forum ke-10, di Bali.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam World Water Forum ke-10.

“Inovasi dan kontribusi nyata sangat diperlukan untuk mewujudkan masa depan air yang berkelanjutan,” kata Luhut.

Pemerintah Indonesia menargetkan, World Water Forum ke-10 akan dihadiri sekitar 30.000–50.000 peserta dari berbagai negara. Sehingga para duta besar memiliki peran penting dalam menyosialisasikan acara World Water Forum ke-10 agar lebih banyak peserta yang berkontribusi dalam forum ini.

Untuk diketahui, diperkirakan hingga saat ini terdapat 2 miliar masyarakat di seluruh dunia belum dapat mengakses air minum yang layak dan aman, 3,6 miliar tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai, dan 2,3 miliar orang tidak memiliki fasilitas cuci tangan.

Kesenjangan terhadap akses air bersih saat ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti polusi, pertumbuhan populasi yang tidak sejalan dengan jumlah produksi air, peningkatan variabilitas curah hujan, dan faktor lainnya.

Hal ini dapat menghambat komitmen pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Melihat pentingnya isu air di dunia, World Water Council bersama Pemerintah Indonesia menggelar World Water Forum ke-10 pada tanggal 18-24 Mei 2024 di Bali. Selaku tuan rumah, Indonesia siap membuka diri untuk berkolaborasi mengatasi krisis air global.

Pada di Bali, akan digelar dengan beragam rangkaian acara, seperti diskusi panel, fair and expo, cultural night, dan kegiatan menarik lainnya. Pada diskusi panel akan menghadirkan beragam subtema, yakni Water for Humans and Nature, Water Security and Prosperity, Disaster Risk Reduction and Management, Governance, Cooperation and Hydro Diplomacy, Sustainable Water Finance, dan Knowledge and Innovation.

Facebook Comments