Triberita.com, Lebak Banten – Berbagai modus perdagangan orang (TPPO) yang cukup marak terjadi saat ini, Asda I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Lebak, Alkadri mengimbau, masyarakat menghindari iming-iming ‘surga’ gaji tinggi bekerja di luar negeri.
Alkadri, menyampaikan maraknya praktik TPPO yang saat ini terjadi, masyarakat harus mewaspadai dan tidak tergiur dengan tawaran pekerjaan.
“Jadi, ketika ada yang menawarkan untuk bekerja di suatu tempat, apalagi ke luar negeri tolong, di cek terlebih dahulu. Ini orang yang menawarkan jasa di tempat tersebut benar atau tidak,” tegasnya. Pada Rabu (5/7/2023).
Alkadi mengingatkan, agar masyarakat harus memastikan kebenaran jika ada tawaran bekerja jangan sampai langsung tergiur dengan gaji besar.
“Jadi harus cek kepastiannya, jangan sampai dirayu begini, gaji segini, besar segala macam. Mereka tergoda tanpa pengetahuan yang jelas,” ujarnya.
“Masyarakat harus waspada dan hati-hati. Lebih baik gunakan jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri. Agar keamanan terjamin, hak dan lainnya,” himbau, Alkadi.
Menurutnya, karena faktor gaji tersebut masyarakat akhirnya tergoda, sehingga mau bekerja di luar negeri yang akhirnya masuk dalam perdagangan orang.
“Sehingga dikemudian hari malah ada kasus mereka tertipu jadi mereka dijadikan dan dijualbelikan segala macam,” tuturnya.
Alkadri kembali mengimbau, untuk masyarakat yang mempunyai anak lulusan SMA dan selesai kuliah, jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan.
Menurutnya, karena faktor gaji tersebut masyarakat akhirnya tergoda, sehingga mau bekerja di luar negeri yang akhirnya masuk dalam perdagangan orang.
“Sehingga dikemudian hari malah ada kasus mereka tertipu jadi mereka dijadikan dan dijualbelikan segala macam,” ujarnya.
Alkadri mengimbau, untuk masyarakat yang mempunyai anak lulusan SMA dan selesai kuliah jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan.
“Jadi tentu imbauan kami kepada seluruh masyarakat, tolong ketika ada anak yang tamat SMA sekarang atau kuliah, dan sekarang sedang mencari-cari kerja nawarin, tolong cek lagi,” imbaunya.
Ditambahkannya, agar tidak tertipu dan merugikan masyarakat, untuk memastikan kebenarannya bisa hubungin instansi terkait.
“Jadi konsultasikan kepada instansi terkait benar atau tidak tawaran tersebut, sehingga kita bisa selamat dari praktik perdagangan orang,” pesan, Alkadri.
Untuk diketahui, para pelaku perdagangan orang tidak hanya menyasar orang-orang yang berpendidikan rendah, tapi juga mengarah ke orang berpendidikan tinggi.
Masyarakat harus waspada karena praktik yang dilakukan berupa menawarkan pekerjaan di luar negeri dengan bantuan pengurusan paspor, memberangkatkan korban dengan visa, dan membekali tiket pulang pergi.
Kemudian, menyelundupkan korban ke negara lain bukan tujuan yang ditawarkan di awal. Lalu, mengikat dengan kontrak kerja dalam bahasa yang tidak dipahami korban, serta menempatkan korban di lokasi yang tertutup.
“Itu modus yang sering dilakukan dalam tindak pidana perdagangan orang. Jangan mudah percaya dengan tawaran dari perusahaan penempatan pekerja migran,” ujarnya.

















