Triberita.com, Serang Banten – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, sebanyak 32 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada Senin, besok.
Sebanyak 31 daerah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Riau.
Sementara info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait prakiraan cuaca untuk wilayah Serang, Provinsi Banten, Senin (20/2/2023).
Melansir dari laman (BMKG), menginformasikan wilayah di Provinsi Banten dalam beberapa hari ke depan akan mengalami cuaca ekstrem hujan disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan laman atau website (BMKG), cuaca pada wilayah Serang hari ini akan didominasi
berawan tebal dan hujan ringan pada pagi sampai malam.
Berikut prakiraan cuaca di wilayah Serang, Provinsi Banten pada Senin, 20 Februari 2023:
- Pukul 07.00 berawan,suhu udara 26⁰C
- Pukul 10.00 berawan,suhu udara 30⁰C
- Pukul 13.00 berawan,suhu udara 32⁰C
- Pukul 16.00 berawan,suhu udara 29⁰C
- Pukul 19.00 berawan,suhu udara 26⁰C
- Pukul 22.00 berawan,suhu udara 25⁰C

Cuaca untuk wilayah Serang, Provinsi Banten dari laman BMKG bisa mengalami perubahan tiap waktunya.
Suhu di wilayah, diantara 24C – 32C, suhu udara dan kelembaban yang tinggi terjadi di pagi dan malam hari.
Ini berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca di wilayah Serang, Provinsi Banten.
Sementara itu, daerah DKI Jakarta berpotensi hujan dapat disertai petir dan angin kencang.
Berikut peringatan dini cuaca ekstrem Senin, 20 Februari 2023 yang terjadi di 32 wilayah Indonesia, dikutip dari (bmkg.go.id).
Adapun wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
– Aceh
– Sumatera Utara
– Sumatera Barat
– Riau
– Bengkulu
– Jambi
– Sumatera Selatan
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Yogyakarta
– Jawa Timur
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Utara
– Kalimantan Timur
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Utara
– Gorontalo
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Barat
– Papua
Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
DKI Jakarta
Perkiraan Cuaca di wilayah Jakarta Barat
– Pagi hari: Hujan Petir
– Siang hari: Hujan Ringan
– Malam hari: Berawan
– Dini Hari: Hujan Ringan
Perkiraan Cuaca di wilayah Jakarta Pusat
– Pagi hari: Hujan Ringan
– Siang hari: Hujan Ringan
– Malam hari: Berawan
– Dini Hari: Cerah Berawan
Perkiraan Cuaca di wilayah Jakarta Selatan
– Pagi: Hujan Ringan
– Siang: Hujan Ringan
– Malam: Berawan
– Dini Hari: Cerah Berawan
Perkiraan Cuaca di wilayah Jakarta Timur
– Pagi hari: Berawan
– Siang hari: Hujan Ringan
– Malam hari: Berawan
– Dini Hari: Cerah Berawan
Perkiraan Cuaca di wilayah Jakarta Utara
– Pagi hari: Hujan Ringan
– Siang hari: Hujan Ringan
– Malam hari: Berawan
– Dini Hari: Hujan Ringan
Perkiraan Cuaca di wilayah Kepulauan Seribu
– Pagi hari: Hujan Ringan
– Siang hari: Hujan Ringan
– Malam hari: Berawan
– Dini Hari: Hujan Sedang
Dikutip dari situs resmi (BMKG), bibit siklon tropis 99W dengan kecepatan angin maksimum 20 knot berada di wilayah perairan timur Filipina.
Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Laut Sulawesi dan di Halmahera Utara serta menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Filipina bag utara dan di Laut Sulu.
Kemudian, bibit siklon tropis 92S dengan kecepatan angin 25 knot berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur – Bali, sistem ini bergerak ke arah Barat Daya dengan potensi menjadi siklon tropis Rendah.
Sistem ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di Pesisir Barat Sumatera Barat hingga Bengkulu-Lampung, di Banten.
hingga Jawa Barat, dan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur, di NTB hingga NTT, di Laut Jawa hingga Sulawesi Selatan.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terdapat di Laut Jawa, Laut Arafuru dan Samudra Pasifik Timur Filipina.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Sumber: BMKG
Reporter / Penulis: Daeng Yusvin
Editor: Riyan

















