Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Buaya Muara di Pandeglang Banten kembali Memangsa Warga, 1 warga Luka Berat, 1 warga hilang Dibawa Ke Tengah Sungai

486
×

Buaya Muara di Pandeglang Banten kembali Memangsa Warga, 1 warga Luka Berat, 1 warga hilang Dibawa Ke Tengah Sungai

Sebarkan artikel ini

Menjadi korban diterkam buaya. Bahkan kali ini, seorang warga dikabarkan hilang, dan belum ditemukan

Buaya di Sungai Patia, Desa Idaman, yang menerkam dan membawa salah seorang warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Pada Minggu 16 Juli 2023. (Foto: istimewah)
Buaya di Sungai Patia, Desa Idaman, yang menerkam dan membawa salah seorang warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Pada Minggu 16 Juli 2023. (Foto: istimewah)

Triberita.com, Pandeglang Banten – Lagi dan lagi, warga di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menjadi korban diterkam buaya. Bahkan kali ini, seorang warga dikabarkan hilang, dan belum ditemukan.

Dua warga di Kampung Sindang Rahayu, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, diterkam buaya, pada Minggu, (16/7/2023). Keduanya saat kejadian diketahui sedang mencari Toe (Kerang) di Sungai Cilemer.

Proses pecarian seorang warga di Kampung Sindangrahayu, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang yang dikabarkan hilang dimangsa buaya di Muara Leuwi Goong Sungai Cilemer, masih terus dilakukan.

Kantor SAR Banten mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Pandeglang dalam pencarian korban sejak. Pada Minggu (16/7/2023) kemarin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Adil Triyanto mengatakan, pihaknya menerima info Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) satu orang hilang diigigit buaya di Kali Cilemer, di Kampung Sindangrahayu Desa Idaman, Kecamatan Patia, Pandeglang dengan titik koordinat 6°27’19.29″S 105°53’15.98″E.

“Ya kita terima info KMM pada pukul 18.15 WIB dari Bapak Rian BPBD Kabupaten Pandeglang, tim rescue dari Unit Siaga SAR Pandeglang telah diberangkatkan sekitar pukul 18.38 WIB untuk melakukan pencarian korban bergabung dengan potensi SAR lainnya,” ujarnya.

Untuk melakukan pencarian korban KMM, kata Adil, pihaknya mengerahkan tim dengan Alut Rescue Car, Palsar Air, Palsar Komunikasi dan Palsar Medis. Adapun korban dalam pencarian bernama Among (32).

Diketahui kronologi awal peristiwa tersebut, terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 13.30 WIB. Korban bersama Boin, sedang mencari ikan di kali Cilember. Tiba-tiba buaya menerkam Boin, namun Boin berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat menjenguk Herudin, yang sempat diterkam seekor Buaya Muara di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Pada Rabu 24 Juli 2023. (Foto: istimewah)
Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat menjenguk Herudin, yang sempat diterkam seekor Buaya Muara di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Pada Rabu 24 Juli 2023. (Foto: istimewah)

Boin naik ke daratan dan melihat temannya Among diterkam, kemudian dibawa oleh buaya. Boin lalu meminta pertolongan kepada penduduk sekitar, namun sampai saat ini korban belum ditemukan.

Baca Juga :  Ribuan Tenaga Kerja Honorer Pemkab Pandeglang, Hari Senin Akan Aksi Demo Ke Jakarta, Sekda : Mudah-Mudahan Ikhtiar Mereka Didengar Langsung Oleh Pemangku Kebijakan

“Pencarian sudah dilakukan sejak laporan korban hilang diterima, dan tim masih berupaya. Hingga saat ini korban belum ditemukan,” terang, Adil.

Dua warga korban sebelumnya

Madusa (53) warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, diterkam Buaya Muara. Beruntung selamat, korban digigit buaya di Sungai Cilemer, namun mengalami luka dan mendapat 15 jahitan.

Peristiwa itu terjadi saat Madusa akan mencari kerang sungai, atau towek di Sungai Cilemer. Akibat gigitan buaya tersebut, kaki kanan korban terluka, dan sempat dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun karena takut jarum dan diduga tidak memiliki uang, korban justeru memilih lukanya tidak dijahit dan membiarkan luka gigitan menganga dan hanya ditutupi perban saja.

Korban mengaku, pada Rabu (17/5/2023), sedang mencari kerang sungai untuk dijual agar dapat membeli beras, namun naas,  korban mendapat serangan buaya saat mencari kerang dengan cara menyelam.

“Saya baru juga dapat beberapa kerang dan turun ke sungai, tiba-tiba diserang dan digigit buaya. Buaya itu diperkirakan panjangnya 2 meter,” ucapnya.

Buaya menggigit kaki bagian kanan lanjut Madusa, namun korban berontak, sehingga buaya langsung melepas gigitannya. “Saya pukul kepalanya (Buaya) dengan kayu yang saya bawa,”tuturnya.

Tempat kejadian terpisah, Haerudin (35), juga warga Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, juga merupakan korban diterkam Buaya Muara, dan kondisinya tak kunjung membaik.

Korban Haerudin, mengaku sakit di bagian tulang, dan akhirnya Bupati Pandeglang Irna Narulita mengevakuasi dan merujuk Haerudin ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Haerudin sempat dirawat tiga hari di Puskesmas Sumur, lantaran di puskesmas tersebut tidak memiliki alat dan dokter ahli yang lengkap, sehingga Bupati Pandeglang, Irna Narulita turun tangan membawa ke rumah sakit. Pada Rabu, (26/4/2023).

Baca Juga :  Polres Pandeglang Polda Banten Ungkap Sindikat Uang Palsu Rp 15 Triliun, 5 pelaku Diringkus

Menurut Irna, korban gigitan buaya tersebut harus secepatnya mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap, apalagi korban mengeluhkan sakit pada bagian lengan dan pundak yang kemungkinan terjadi patah tulang.

Irna berpesan kepada warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di lokasi yang memang memiliki habitat Buaya Muara.

Pemkab Pandeglang akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari keberadaan buaya tersebut, yang saat ini menghantui warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Diketahui, Haerudin warga Pandeglang nyaris tewas akibat diterkam seekor Buaya Muara di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, pada Rabu (24/7/2023) lalu, buaya sepanjang tiga meter itu sempat menyeret korban ke dalam sungai.

Warga berharap, pihak terkait segera menangkap buaya-buaya yang berada disejumlah sungai dan muara, karena sudah sangat mengancam keselamatan warga. Sungai tersebut sering digunakan untuk mandi, mencuci hingga mencari kerang.

Sementara itu, Robi Petugas BPBD setempat mengatakan, saat ini petugas mulai melakukan pencarian dan berusaha untuk melakukan penangkapan atas buaya yang menyerang warga sekitar itu.

“Biasanya Buaya di Sungai Cilemer ini tidak pernah menyerang warga, namun saat ini buaya itu mulai menyerang warga,” ucapnya.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan BKSDA untuk penanganan jika buaya ini sudah ditemukan.

Facebook Comments