Scroll untuk baca artikel
HealthLifestyle

Hindari..! Pola Tidur Terbalik Banyak Risiko Membahayakan Kesehatan

406
×

Hindari..! Pola Tidur Terbalik Banyak Risiko Membahayakan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi beraktivitas di malam Hari.(Fptp: Istimewa)

Triberita.com | Bekasi – Pola tidur yang baik dan teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Sayangnya, tidak semua orang memiliki pola tidur yang teratur. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah pola tidur terbalik, yakni, seseorang tidur pada waktu yang tidak umum, seperti di pagi hari dan terbangun di malam hari.

Pola tidur terbalik, yang sering dikenal sebagai kebiasaan tidur siang dan aktivitas di malam hari, menjadi salah satu isu yang semakin umum di kalangan masyarakat modern. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan ini, tidak jarang kita menemui orang yang terjebak dalam siklus tidur yang tidak sehat.

Fenomena ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, pekerjaan, hingga kondisi kesehatan.

Pola tidur yang baik, adalah satu cara menjaga Kesehatan. Bahkan, dengan tidur, menjadi salah satu cara tubuh untuk menghilangkan racun. Lalu bagaimana orang yang memiliki kebiasaan pola tidur terbalik.

Perlu diketahui, pola tidur terbalik, atau yang sering disebut sebagai ‘delayed sleep phase disorder’ (DSPD), adalah kondisi seseorang mengalami ketidaksesuaian antara waktu tidur yang diinginkan dan waktu tidur yang seharusnya.

Orang dengan pola ini sering kali merasa terjaga dan aktif saat malam hari, sementara di siang hari mereka merasa lelah atau mengantuk. Ciri-ciri utama dari pola tidur terbalik ini termasuk kesulitan untuk tidur pada malam hari, terbangun terlambat, serta kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari.

Biasanya, orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur pada malam hari daripada siang hariNamun, faktanya, banyak orang justru tidak dapat beristirahat pada malam hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya, kesibukan, stres, kondisi lingkungan, dan pertambahan usia.

Baca Juga :  Wali Kota Cilegon Helldy Terima Penghargaan UHC dari Menko PMK

Kebiasaan mengganti waktu tidur malam menjadi siang hari, atau sering disebut bergadang, ternyata berdampak bagi Kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi ini lebih dalam, agar bisa menemukan cara untuk memperbaiki pola tidur yang terbalik.

Kurangnya tidur yang berkualitas juga dapat mengganggu fungsi kognitif, memengaruhi suasana hati, dan bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Rasa kantuk dan lemas di siang hari akan menimpa bila malamnya tidak tidur.

Dilansir dari situs hallosehat, gangguan kesehatan yang terjadi bila kurang tidur malam, diantaranya:

  1. Gangguan kinerja hormon

Bila kita  tidur malam dengan waktu yang cukup, maka tubuh akan memproduksi berbagai macam hormon yang berperan penting dalam proses metabolisme, seperti kortisol, hormon reproduksi, hormon pertumbuhan, melatonin, dan leptin.

 Namun bila yang terjadi sebaliknya, artinya waktu tidur kita kurang, maka produksi hormon pun berantakan, dan kinerja organ-organ yang membutuhkan berbagai hormon tersebut akan ikut terganggu.

2. Meningkatkan risiko obesitas

Risiko ini berpotensi terjadi jika kita sering beraktivitas pada malam hari. Kita akan mudah lapar, akibat ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh, terutama hormon leptin, grelin, dan kortisol. Dengan demikian, risiko  makan berlebihan dan berujung mengalami obesitas akan lebih tinggi.

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Clinical Trial (2013), menyebutkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung memilih makanan berkalori tinggi. Nah, kalori yang berlebihan dikonsumsi pada malah hari, dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

3. Kesehatan Jantung Terancam

Akibat tidak bisa tidur di malam hari, maka siang harinya akan banyak tidur. Hal ini akan mengganggu proses metabolisme tubuh pada siang hari. Bila metabolisme di siang hari terganggu, akibatnya, kadar lemak dalam darah cenderung meningkat, sehingga menimbulkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi. Dua hal ini membahayakan Kesehatan jantung.

Baca Juga :  Berbagai Manfaat Rempah Cengkeh Berkhasiat untuk Kesehatan

4. Membahayakan janin

Bagi bumil, atau ibu hamil, jam tidur yang terbalik selain membahayakan Kesehatan si ibu sendiri, tetapi juga janin. Hati-hati, gangguan kesehatan akibat pola tidur yang salah pada ibu hamil, berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, bayi lahir prematur, dan bahkan keguguran.

Janin, juga bisa menerima risiko dampak buruk yang menimpa sang ibu yang kurang tidur seperti obesitas dan gangguan pada jantung. Maka itu, ibu hamil untuk beristirahat dengan cukup.

5. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Kita tahu bahwa sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk mencegah berbagai jenis penyakit. Jika kurang tidur, maka tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki kerusakan jaringan, akibat paparan radikal bebas, polusi, hingga sinar matahari berlebih. Akibatnya, untuk memperbaiki kerusakan jaringan tersebut, sistem kekebalan tubuh harus bekerja lebih keras.

6. Meningkatkan risiki diabetes

Sikap mengganti waktu tidur yang kurang dengan tidur lama pada akhir pekan, ini juga pola tidur yang tidak wajar. Pola ini bisa berakibat menaikkan gula darah.

Tak hanya itu, kinerja hormon insulin sebagai penyeimbang kadar gula darah juga akan berkurang jika Anda terlalu banyak tidur pada siang hingga sore hari.

Satu malam saja kurang tidur, akan mengurangi kinerja insulin, padahal insulin berperan penting untuk menurunkan gula darah.

Secara tidak langsung, jam tidur terbalik dan lebih banyak menghabiskan waktu istirahat pada sore hari, engan demikian, risiko diabetes dapat meningkat.

Karena itu, waspada lah bila selama ini menjalankan pola tidur terbalik. Dengan memperbaiki jam tidur secara umum, maka bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup pada malam hari.

Ada beberapa cara untuk diterapkan bagi yang mengalami kesulitan tidur malam.

  • Mulailah mengatur jadwal tidur dan bangun setiap hari pada jam yang sama
  • Sebelum tidur, jangan gunakan alat elektronik seperti laptop atau mengoperasikan handphone
  • Jangan melihat jam saat terbangun pada malam hari, ini mengingat kita sudah punya jadwal untuk bangun.
  • Kamar tidur diusahakan dalam kondisi gelap, hening, dan memiliki suhu ruangan yang nyaman.
  • Jangan makan mendekati waktu tidur.
  • Lakukan kebiasaan yang merilekskan tubuh, seperti membaca buku. Akan tetapi, hindari penggunaan cahaya berlebih.
  • Terapkan pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan gizi dan olahraga teratur.
Facebook Comments