Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Kasus Pengeroyokan Belum Tuntas, Muncul Video Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ‘N’ bersama Wanita di THM

1549
×

Kasus Pengeroyokan Belum Tuntas, Muncul Video Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ‘N’ bersama Wanita di THM

Sebarkan artikel ini
Video menayangkan anggota DPRD Kabupaten Bekasi N saat bersama wanita di salah satu THM.

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Dunia politik di Kabupaten Bekasi Jawa Barat tengah dihebohkan oleh ulah salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N, yang dilaporkan ke polisi lantaran melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga bernama Fendi.

Kasus N ini, kini tengah dalam proses pengusutan Polres Metro Bekasi, limpahan dari Polda Metro Jaya.

Ditengah masih hangatnya kasus ini, muncul video menayangkan N bersama wanita di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta.

Tayangan video dari akun TikTok @christinaanget358 ini seakan menambah deretan bobroknya N.

Kepada Triberita.com, N pun memberikan sejumlah klarifikasi.

N menyebut bahwa video tersebut sebelumnya sudah lama tayang, dan N juga sudah melaporkan si pembuat video ke Chybercrime Polda Metro Jaya.

“Iya, saya juga lihat di Tiktok. Saya sempat laporkan ke Chybercrime Polda Metro Jaya,” ungkap N dalam pesan WhatsApp kepada Triberita.

“Jadi pembuat video adalah orang yang saya kenal, saya bayarin juga di hari kejadian,” sambungnya.

Ungkapan ini bisa diartikan si pembuat video berada di ruang yang sama dengan N bersama wanitanya.

N mengaku wanita yang bersama dirinya dalam video itu adalah istri keduanya.

“Video itu saya sama istri kedua saya kala itu,” ujar N.

Si pembuat video, menurut N, juga melaporkan ke partai (PDI Perjuangan).

N mengatakan, dirinya sudah melakukan klarifikasi ke partai, sambil menunjukkan beberapa bukti.

“Pas diklarifikasi di partai, barulah saya bawa bukti LP dan surat nikah,  KTP dan KK,” jelasnya.

N menambahkan, usai ia disidang oleh partai, video di TikTok itu pun kemudian dihapus.

Seperti diberitakan sebelumnya, N kini tengah tersangkut kasus pengeroyokan yang ia lakukan terhadap Fendi. Peristiwa terjadi di sebuah cafe Cikarang.

Baca Juga :  Buaya Muara di Pandeglang Banten kembali Memangsa Warga, 1 warga Luka Berat, 1 warga hilang Dibawa Ke Tengah Sungai

Kuasa Hukum korban pengeroyokan, Dr. Hj. Lucita Toha SH, MH membeberkan kronologi versi korban, menyoroti motif pengeroyokan yang diduga bermula dari hal sepele.

Menurut Lucita Toha, perkelahian bermula dari aksi saling tatap antara kliennya dan kelompok terlapor.

“Awalnya mereka saling melihat, terus dihantamlah klien kami. Mereka (pelaku) bertanya, ‘Kenapa lihat-lihat saya?’ Di situlah terjadi pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh total 14 orang, termasuk salah satu anggota Dewan inisial (N),” jelasnya.

Lebih lanjut, Lucita Toha mengungkapkan dugaan bahwa para pelaku pengeroyokan berada dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya.

“Atas insiden tersebut, para pelaku diduga dalam pengaruh minuman keras, karena di meja para pelaku banyak minum-minuman keras,” tegasnya, yang dapat menjadi salah satu poin penting dalam penyidikan.

Tokoh Masyarakat Angkat Bicara

Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Saman Hudi, angkat bicara menyikapi perilaku kontroversial anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N. Ia menilai sikap N sangat tidak mencerminkan integritas seorang wakil rakyat yang seharusnya mengemban amanah dari masyarakat.

“Sebagai manusia, hiburan itu boleh, tapi harus cerdas dan menjaga pengendalian diri. Apalagi sikap yang menjurus brutal, itu sama sekali tidak pantas ditunjukkan oleh seorang wakil rakyat,” tegas Saman Hudi dengan nada mengecam.

Saman Hudi menekankan bahwa semua wakil rakyat dan pejabat publik harus bersikap sesuai konstitusi dan menghormati amanah yang diberikan rakyat. Terkait dugaan pelanggaran hukum, ia mendesak agar penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai hukum ini seperti pepatah: tumpul ke atas, namun tajam ke bawah. Ini harus dihentikan,” kritiknya.

Ia juga berharap agar hukum sosial yang menilai perilaku menyimpang, seperti hura-hura, dapat memberikan efek jera agar masyarakat tidak lagi memilihnya di masa depan.

Baca Juga :  Usai Mengambil Paket Ganja di Jasa Ekspedisi, Wanita ini Ditangkap Polisi

Terakhir, Saman Hudi menyoroti bahwa perilaku N telah mencoreng nama baik PDIP.

“Dengan Badan Kehormatan Partai, PDIP harus segera mengambil langkah tegas atas sikap kadernya yang telah menyimpang jauh,” tutupnya.

Facebook Comments