Scroll untuk baca artikel
Berita

Lokasi Persembunyian Anggota KKB Pimpinan Egianus Kogoya Sudah Diketahui, Anggota TNI – Polri Siaga Tempur

388
×

Lokasi Persembunyian Anggota KKB Pimpinan Egianus Kogoya Sudah Diketahui, Anggota TNI – Polri Siaga Tempur

Sebarkan artikel ini

Panglima TNI mengambil langkah dan memutuskan dengan meningkatkan status operasi militer di wilayah Nduga, Papua, menjadi tempur siaga.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Mugi Mam, Kabupaten Nduga, Papua Tengah, pada Sabtu 15 April 2023 mengakibatkan empat prajurit TNI gugur. Salah satu prajurit TNI yang gugur adalah, Pratu Miftahul Arifin, anggota Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna, Brigif 13, Divif 1 Kostrad. (Foto: Sumber istimewah)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Mugi Mam, Kabupaten Nduga, Papua Tengah, pada Sabtu 15 April 2023 mengakibatkan empat prajurit TNI gugur. Salah satu prajurit TNI yang gugur adalah, Pratu Miftahul Arifin, anggota Satgas Yonif Raider 321/Galuh Taruna, Brigif 13, Divif 1 Kostrad. (Foto: Sumber istimewah)

Triberita.com, Serang Banten – Anggota gabungan TNI-Polri menyatakan sudah mengetahui lokasi yang menjadi tempat persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua. Pasukan sudah siap melaksanakan operasi militer siaga tempur.

“Bukan titik, tapi area. Areanya sudah diketahui,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono, Kamis (20/4/2023).

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengambil langkah dan memutuskan dengan meningkatkan status operasi militer di wilayah Nduga, Papua, menjadi tempur siaga.

Belum lagi, TNI/Polri sudah mengetahui lokasi yang menjadi operasi siaga tempur. Area tersebut merupakan persembunyian atau markas KKB.

Keputusan itu diambil setelah empat anggota TNI gugur akibat diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga dikomandoi oleh Egianus Kogoya, beberapa hari lalu.

Diketahui, operasi militer siaga tempur akan diterapkan di area terbatas. TNI dan Polri sudah memetakan area yang menjadi operasi siaga tempur. Area tersebut merupakan persembunyian atau markas KKB.

“Ya kedepannya tetap operasi siaga tempur itu dengan area terbatas, dan itu mereka (KKB) terdesak” kata Julius.

Dalam operasi siaga tempur ini, pasukan gabungan telah menyisir dan memisahkan warga lokal dengan komplotan teroris KKB. Sebab, KKB kerap menggunakan wanita dan anak-anak saat menyerang pasukan gabungan.

“Jadi anak-anak dan ibu-ibu itu sembunyi di dekat pasukan, kemudian di belakangnya ada yang teriak-teriak, kemudian ibu-ibu itu muncul untuk merebut senjata sama membacok,” ujar Julius.

“Nah yang di belakang, mereka menembaki. Jadi kita serba repot, ini yang di hadapan kita ini anak-anak dan ibu-ibu, nah dibelakangnya penembaknya,” sambungnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Dugaan Dapen Bermasalah, KPK Bakal Selidiki Aduan Menteri BUMN Erick Thohir