triberitacom – Kota Cilegon – Secara akumulatif, menurut data terbaru Dinas Kesehatan Kota Cilegon, jumlah penderita HIV AIDS di Kota Cilegon, dari tahun ke tahun, terus meningkat.
Bahkan ditahun 2022, dikatakan drg Ratih Purnamasari selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, ada 3 orang meninggal karena HIV AIDS.
Menurut drg. Ratih Purnamasari, peningkatan penderita HIV AIDS itu disebabkan oleh beberapa faktor.
“Ada tiga faktor yang seseorang mengalami HIV AIDS yakni, Lelaki Suka Lelaki, Pekerja Sek Wanita dan pengguna jarum suntik narkoba,”ujar drg.Ratih Purnamasari disela-sela peringatan hari AIDS Sedunia, yang berlangsung pada Rabu kemarin (21/12/2022)
Ia menuturkan, jumlah penderita HIV AIDS di Kota Cilegon terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari tahun 2021 sebanyak 60, naik menjadi 83 orang.
Bahkan ditahun 2022 ada yang meninggal karena HIV AIDS, jumlahnya 3 orang, dua orang aki-laki, 1 orang perempuan. Untuk usia rata-rata produktif,”ujarnya.
Terpisah, Masugi selaku Pemegang Program HIV AIDS pada Dinkes Cilegon, mengatakan dengan jumlah penduduk yang sangat besar, resikonya juga memamng cukup besar. Apalagi ada factor pengaruh dari tekhnologi gadget juga.
“Untuk komunitas LSL kami memang ada penjangkaunya. Sesuatu yang dikatakan oleh LSL itu adalah sesuatu yang berhubungan dalam sekali, itu disebut dengan LSL. Tidak dalam bentuk yang lainnya, misalnya berkali-kali,”tuturnya.
Saat ini, kata dia, dimasing-masing Puskesmas sudah mempunyai pelayanan khusus. Seperti konseling, pengobatan dirumah sakit juga ada beberapa. Dan itu semuanya adalah gratis bagi masyarakat yang menginginkannya.
“Cuman memang, kadang-kadang stigma di masyarakat itu harus dihilangkan. Karena di tahun 2030, kami punya target harus tiga zero, satunya zero inekfsi baru, diskriminasi dan juga kematian,”ucapnya.
Penderita HIV AIDS, kata dia, bisa mendapatkan obat untuk dapat bertahan sampai dengan saat ini. Karena itu, diharapkan agar penderita HIV Aids bisa datang dan berobat ke Puskesmas.
“Obatnya memang ada di tiap-tiap puskesmas juga rumah sakit, dan bisa mencegah HIV Aids agar tidak dapat mempengaruhi sistem imun tubuh,”ungkapnya.
Pertanyaannya, sebenarnya berapa banyak keseluruhan kasus HIV dan AIDS di Indonesia dan daerah mana yang paling tinggi ? Kelompok mana yang paling rentan tertular HIV/AIDS ? Juga bagaimana cara mengendalikannya ?
HIV, singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, merupakan jenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh seseorang.
Sementara AIDS, atau Acquired Immune Deficiency Syndrome, merupakan sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Setelah kekebalan tubuh menurun, maka orang tersebut rentan diserang berbagai penyakit.
Dari sisi jenis kelamin, persentase laki-laki yang hidup dengan HIV dan AIDS selalu lebih tinggi dibanding perempuan.
HIV dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh dari orang terinfeksi seperti darah, sperma, cairan vagina, darah, dan air susu ibu dalam kasus ibu yang terinfeksi.
Kelompok berisiko tinggi yang bisa terinfeksi HIV adalah pekerja seks, lelaki seks lelaki, pengguna narkotik suntik, dan pasangan yang salah satunya terinfeksi HIV.
Penulis : Daeng yusvin
















