Triberita.com ǀ Kabupaten Bekasi – Warga Desa Karangmekar, tepatnya di RT014/006 Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi mengeluhkan pembangunan normalisasi sungai di wilayah tersebut.
Warga bahkan menyesalkan pekerjaan pebangunan tersebut yang menurut dia dikerjakan asal-asalan. Padahal pekerjaan Pembangunan Normalisasi Kali Kampung Kandang itu menelan biaya sebesar Rp490.846.400 menggunakan anggara APBD Tahun Anggaran 2025.
Pasalnya, kata salah satu warga di sekitar Kali Kampung Kandang itu, pekerjaan normalisasi menggunakan beko yang dilakukan kontraktor dari PT Sataman Artha Konstruksi tersebut bukannya membuat lingkungan jadi lebih baik, tapi malah berpotensi terjadinya banjir.
Menurut dia, empang-empang milik warga yang tadinya produktif, gara-gara pekerjaan beko tersebut, kini galengan empangnya jadi hancur, airnya meluap dan luber.
Warga tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi, dalam hal ini Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang agar segera melakukan pembenahan, agar masyarakat di sekitar lokasi pembangunan normalisasi itu tidak dirugikan.
“Ini bagaimana pak Bupati? Pekerjaan beko ngga beres, galengan empang malah hancur,” ujar warga tersebut.
Dengan hancurnya galengan empang, kata warga itu, maka air meluap, sehingga empang yang tadinya produktif, sekarang jadi tidak produktif, dalam arti jadi tidak bisa memelihara ikan.
“Tolong ini dibenahin lagi nih Pak Bupati. Kita mau usaha ternak ikan, nggak bisa kalau begini,” ucapnya.
Warga itu pun mendesak Bupati Ade Kuswara segera menindaklanjuti pekerjaan normalisasi menggunakan beko yang justru merugikan warga tersebut. Bupati Ade juga didesak agar membenahi pegawai yang mengerjakan Pembangunan normalisasi tersebut.
“Tolong ditindak lanjutin Pak. Pegawainya juga tolong dibenahin, biar rapi kerjaannya,” katanya.
Kabid PSDA DSABMBK Tidak Respon
Sementara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Dan Bina Konstruksi (DSABMBK) Pemkab Bekasi, Kepala Bidang Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (Kabid PSDA), Agung Mulya, saat akan dikonfirmasi, namun yang bersangkutan tidak merespon pesan whatsapp dari Triberita.com.
Sedangkan dari pihak kontraktor, yakni PT Sataman Artha Konstruksi, Wakiltison perwakilan dari perusahaan konstruksi di Kabupaten Bekasi tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya-upaya mencegah kerugian masyarakat akibat pekerjaan pembangunan normalisasi di Desa karangmekar Kedungwaringin tersebut.
Salah satunya, kata Wakiltison, adalah dengan membuat tanggul untuk mencegah meluapnya air dari empang, dan mencegah potensi banjir.
“Kami berupaya untuk mengatasi keluhan warga, diantaranya dengan membuat tanggul, yang diharapkan tanggul ini akan mencegah terjadinya banjir,” ungkap Wakiltison.
















