Triberita.com, Kabupaten Bekasi – Pemicu meningkatnya kaum pengangguran di Kabupaten Bekasi diduga kuat muncul KTP yang diterbitkan ganda dengan jumlah besar.
Hal itu diinisiasi adanya dugaan Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi main mata dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Menanggapi hal ini, kelompok pemuda mewakili kaum penganggur di Kabupaten Bekasi Dwiharyanto mengatakan, dengan adanya temuan itu, pihaknya telah berupaya mengadukan kepada Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan dan direspon dengan baik.
“Alhamdulillah upaya kita sejauh ini direspon positif oleh Bupati melalu Dinas Tenaga kerja dengan melakukan kordinasi lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Hanya saja kami masih merasa janggal dengan terbitnya KTP dari Disdukcapil,” kata Dwiharyanto kepada kantor pewarta Triberita.com Rabu (19/7/2023).
Pihaknya juga menduga, dalam kurun waktu tertentu jumlah KTP melonjak signifikan dengan kelompok yang sama dari alamat yang sama dalam jumlah besar.
“Sepetinya ada oknum Disdukcapil yang main mata dengan LPK,” jelas Dwiharyanto dengan nada lantang.
Aduan tersebut, kata dia, kaum pengangur direspon positif oleh PJ Bupati, melalui Disnaker Kabupaten Bekasi dengan melakukan diskusi bersama diruang rapat Disnaker yang di hadiri Kepala Disnaker.
Sementara itu, dalam paparannya Kadisnaker Kabupaten Bekasi, Edi Rohyadi mennyambut positif atas masukan dari rekan-rekan suara kaum pengangur yang kongkrit dari bawah.
“Kita mencari solusi agar persoalan ini bisa diatasi melalui sistem yang ada didinas kami dan TKP 3 Tim Kordinasi percepatan Penaggulangan penganguran di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
“Dan ini juga kedepan menjadi PR kita bersama agar serapan pengangur lokal jadi maksimal,” tandasnya.
















