triberitacom. – Film yang hari ini di rilis oleh sebuah flatform yang Sudah tayang di Netflix, sebuah genre film drama komedi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai dan ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk. Film berlatar Suku Batak ini dibintangi oleh Arswendy Beningswara Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir Manullang, Gita Bhebhita Butar-butar, Lolox, dan Indra Jegel. Film ini ditayangkan di bioskop Indonesia pada 2 Juni 2022. Meskipun memiliki judul yang sama dengan buku yang ditulis oleh Bene Dion, film ini tidak diadaptasi dari buku tersebut.
Adapun alur cerita dari film ini adalah berawal dari Domu dan Mak Domu merupakan orang tua dari empat orang anak: Sarma E. Purba; Domu, Gabe, dan Sahat Purba. Sarma tinggal bersama orangtuanya, sementara yang lain tinggal di kota-kota luar dengan karirnya tersendiri. Karena rindu dan menjelang sebuah pesta syukuran khas Batak, kedua orangtua ingin anak-anaknya pulang, namun terhalang dilema: Domu ingin menikahi seorang wanita Sunda namun dilarang Pak Domu karena menganggap orang lain tidak bisa mengerti adat Batak; Gabe adalah seorang pelawak meski dikuliahkan Pak Domu ke jurusan hukum; Sahat tinggal di Yogyakarta dengan seseorang bernama Pak Pomo usai kuliah dan tidak ingin kembali. Pak Domu dan Mak Domu pun memutuskan untuk berpura-pura ingin bercerai; merekapun langsung pulang namun hanya akan tinggal sementara.
Sehari setelah acara tersebut selesai, Mak Domu harus istirahat sebab demam; Pak Domu memarahi Domu, Gabe, dan Sahat karena tidak ingin mengikuti kemauannya. Anak-anak sepakat bahwa jika masih tidak ada ujung, mereka akan pulang ke tempatnya masing-masing. Pak Domu lalu memulai sebuah argumen yang membuat semuanya, termasuk Mak Domu, marah atas ideologi patrilineal-nya. Mak Domu pun membocorkan rahasia bahwa skenario perceraian itu palsu, dan bahwa Sarma telah mengetahui ini. Sarma mengatakan ia merasa tertekan harus selalu mengikuti perintah orangtua. Mak Domu mengatakan ia benar-benar ingin cerai. Ia pun pergi ke rumah ibunya, sementara anak-anak pulang, kecuali Sahat karena perintah neneknya.
Pak Domu curhat pada ibunya bahwa ia cuma mengikuti cara ayahnya; ibunya mengatakan bahwa tiap keluarga berbeda dan cara memimpinnya juga harus berbeda. Pak Domu lalu menemui anak-anaknya dan belajar berbagai hal: calon istri Domu ternyata bisa belajar adat Batak, kolega-kolega Gabe adalah orang-orang yang pengertian, dan Pak Pomo mengatakan bahwa Sahat orang yang terhormat di desa. Pak Domu pun membawa semuanya pulang, mengingat perintah Mak Domu. Mereka sekeluarga pun berjamu bersama.
Pada akhir tayangan film Ngeri Ngeri Sedap, terdapat kutipan umpasa Batak, yakni “Sititik ma sigompa, golang-golang pangarahutna. On ma na boi tarpatupa, sai godang ma pinasuna”, yang berarti “Inilah yang bisa kami sajikan, semoga banyak berkatnya.”
Ada beberapa review menarik dari pada Netizen di jagat maya khususnya twitter, dari salahsatu akun yg mereview adalah @TehChilly seorang netizen tersebut mengatakan bahwa ” Suami istri pura2 mau cerai agar anak2 mereka mau pulang ke kampung. Meski latarnya keluarga Batak, aku yg Sunda bs relate dgn konflik film ini. Scene yg one shot itu bikin gw mewek , Btw, lagu2 Batak enak2 yak!”
109. #NgeriNgeriSedap / #MissingHome (2022)
Suami istri pura2 mau cerai agar anak2 mereka mau pulang ke kampung. Meski latarnya keluarga Batak, aku yg Sunda bs relate dgn konflik film ini. Scene yg one shot itu bikin gw mewek 😭 Btw, lagu2 Batak enak2 yak!#netflix #film
8/10 pic.twitter.com/3RlNDURP7T— Panggil aja (@TehChilly) October 6, 2022
Demikian sekilas review film terbaru yang dirilis pada bulan oktober tahun ini, semoga dapat menginspirasi anda dan dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan sehari- hari kita (red)
Sumber : Dari berbagai sumber

















