Selain miras, Kapolres menjelaskan, Operasi Pekat Maung menyasar daerah rawan kejahatan, lokasi nongkrong anak-anak remaja, balapan liar, geng motor, lokasi rawan premanisme, perjudian dan prostitusi.
“Seluruh lokasi rawan kriminalitas atau berpotensi menjadi sasaran aksi kejahatan dan geng motor menjadi sasaran pengawasan kami,” tegas Kapolres alumnus Akpol 2005.
Dijelaskan Condro Sasongko, setiap mendapati remaja-remaja yang nongkrong, petugas patroli melakukan penggeledahan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada narkoba ataupun senjata tajam yang biasa digunakan sebagai alat tawuran.
“Petugas juga memeriksa dokumen kendaraan bermotor. Penggeledahan badan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada yang membawa narkoba ataupun senjata tajam,” jelas pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur.

















