Scroll untuk baca artikel
Bandung RayaBeritaEkonomi & BisnisSosial Budaya

Tangis Haru warga Subang, Rumah Tidak Layak Huni nyaris Roboh Kini Terlihat Mewah

327
×

Tangis Haru warga Subang, Rumah Tidak Layak Huni nyaris Roboh Kini Terlihat Mewah

Sebarkan artikel ini

Warga Kampung Cicadas 1, RT01/RW01, Desa Cicadas 1, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang saat melihat rumah yang dulunya tidak layak huni (rutilahu) nyaris roboh kini berhasil direnovasi

Triberita.com, Kabupaten Subang -Tangis haru menyelimuti keluarga Umi Sumiyati (57) warga Kampung Cicadas 1, RT01/RW01, Desa Cicadas 1, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang saat melihat rumah yang dulunya tidak layak huni (rutilahu) nyaris roboh kini berhasil direnovasi.

Umi tinggal dirumah gubuk berukuran kecil bersama seorang anak dan sang ibu yang kini tengah menderita sakit akibat faktor usia. Ia bisa bernafas lega dengan kondisi rumah yang kini layak dihuni.

Sebelumnya, rumah Umi kondisi atap genteng bolong dan dinding keropos tanpa kamar mandi membuat ia dan keluarga tak nyaman jika musim hujan tiba tatkala badai menerpa wilayahnya.

“Rumah saya sebelum di renovasi kondisinya mau ambruk, atapnya bolong dan sudah rusak hampir setiap sudut, kalau musim hujan takut kena angin kencang, kalau musim kemarau disini air ada karena kan disini sumber mata air,” kata Umi terendus rasa haru menyelimuti saat ditemui triberita.com dilokasi, Sabtu (09/09/2023) sore.

Entah mimpi apa yang tersirat dibenak Umi, dirinya tak menyangka bahwa rumah yang dihuni hampir 18 tahun dengan kondisi miris itu dapat direnovasi total. Ia menyebut, ini berkat doa yang ia panjatkan setiap hari kepada sang pencipta.

Umi Sumiyati, warga Cicadas, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang (foto: Abdul Kholilulloh)
Tawa senyum ceria bercampur sedih Umi Sumiyati, warga Cicadas, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang saat rumah tak layak huni yang ditempatinya direnovasi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Alhamdulillah ini doa yang di kobul, ada seorang dermawan (hamba Allah) yang menyumbangkan hartanya untuk pembangunan rumah saya, terimakasih semoga Allah membalas kebaikannya aamiin ya rabbal alamin,” ucap Umi diiringi rasa syukur.

Rasa syukur, sedih senang bahagia serta haru menyelimuti perasaan Umi, itulah yang dirasakan ia saat ini, matanya berkaca-kaca saat menceritakan detail kondisi yang memprihatinkan hampir puluhan tahun dan kini berubah drastis pasca uluran tangan dari donatur (hamba Allah) mampu merubah rumahnya menjadi istana megah baginya.

Baca Juga :  Bentuk Sinergitas Polri dan Masyarakat, Polres Subang Gotong Royong Bangun Rutilahu

“Kondisi rumah mau roboh hampir puluhan tahun beberapa kali direnovasi kecil kecilan enggak kuat keropos lagi,  sekarang sudah terlihat bagus dibongkar total bahan materialpun bagus juga terlihat kokoh seperti istana,” sambungnya.

Dirinya menjelaskan, semua ini juga tak luput berkat gotong royong masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Cicadas, hanya hitungan beberapa Minggu, pembangunan renovasi rumah Umi kini mendekati finishing (80 persen) dan jauh dari kata layak, hitungan hari rumah tersebut sudah bisa ditempati Umi dan keluarga.

“Sebentar lagi hampir jadi, terimakasih juga bapak Polisi dan Bapak TNI juga dan masyarakat yang membantu dalam pembangunan ini,” ujar Umi dengan mata berkaca-kaca terharu.

Kondisi saat ini rumah Umi Sumiyati usai direnovasi (foto: Abdul Kholilulloh)
Kondisi saat ini rumah Umi Sumiyati usai direnovasi (foto: Abdul Kholilulloh)

Saat disinggung terkait penghasilan pekerjaan, ia menyebut, hanya mengandalkan anak yang berkerja serabutan dan belas kasih dari tetangga. Ia juga merawat sang ibu yang kini dalam masa pengobatan.

Didepan teres Umi bercerita sembari mengaduk kopi, memang berat, kata dia, menjalani hidup sendiri sebagai single parents (janda) mengusurus anak dan ibu tanpa kehadiran sang suami, ia lakoni dengan ikhlas pasca berpisah, dirinya tetap optimis bisa bertahan hidup terlebih dengan kondisi rumah memprihatinkan.

“Suami udah pisah, sekarang anak saya berkerja serabutan jadi kuli bangunan, kerja apa saja yang penting halal,” ujarnya.

“Sekali lagi terimakasih untuk dermawan (Hamba Allah) yang sudah membantu merenovasi rumah saya, siapapun beliau saya mengucapkan beribu ribu terimakasih,” jelasnya.

Kadus 1, Desa Cicadas, Een Haryati
Kadus 1, Desa Cicadas, Een Haryati

Sementara itu, Kadus 1, Desa Cicadas, Een Haryati mengatakan, pihaknya amat bersyukur dengan adanya pembangunan Rutilahu dari seorang dermawan. Berharap usai direnovasi rumah tersebut lebih nyaman dari sebelumnya.

“Terimakasih untuk dermawan yang tidak ingin disebutkan namanya, semoga amal ibadah diterima dan di balas oleh Allah SWT, dan ibu Sumiyati bisa menempati rumah lebih nyaman lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Korlantas Polri Mencatat Angka Kecelakaan Mudik 2023 Menurun

Een menyebut, kondisi rumah Sumiyati memang diakuinya sangat memprihatinkan, atap nyaris roboh dan was-was jika musim hujan tiba, tiupan angin membuat Sumiyati kadang kurang tidur.

“Dulu kondisi rumah ibu Sumiyati memprihatinkan, nyaris ambruk kalau hujan apalagi angin kenceng takut roboh. Sekarang Alhamdulillah sudah keliatan bagus semenjak di renovasi,” sebutnya.

Didesa Cipanas, kata dia, banyak warga yang memang belum mendapatkan bantuan Rutilahu, lantaran terkendala refocusing di tahun 2019 dengan pandemi Covid 19 yang melanda hampir seluruh dunia.

“Disini ada beberapa rumah yang tidak layak huni dan sudah di list daftar bantuan Rutilahu termasuk rumah ibu Sumiyati, kendala di Covid 19 tahun lalu, dan Alhamdulillah rumah ini sudah mendapatkan bantuan dari Hamba Allah, semoga bermanfaat,” jelasnya.

Senada dikatakan Anggota Patroli Polsek Segalaherang, Brigadir Andre, ia menyebut, dalam upaya menumbuhkan rasa kepedulian sesama, pihaknya bekerjasama dengan TNI dan aparatur desa serta masyarakat membantu menyumbang tenaga untuk membangun rumah Sumiyati.

“Proses pembangunan rumah ini sudah berjalan hampir 2 Minggu, dimana rumah yang tidak layak huni ini di tinggali warga kami dan Alhamdulillah ada dermawan (donatur) yang menyisihkan hartanya untuk membangun rumah ibu Sumiyati dari nol sampai selesai,” kaya Brigadir Andre.

Anggota Patroli Polsek Segalaherang, Brigadir Andre
Anggota Patroli Polsek Segalaherang, Brigadir Andre

“Kami mewakili pemerintah daerah sangat berterimakasih kepada donatur yang enggan disebutkan namanya, semoga apa yang beliau berikan dapat menjadi amal di dunia dan di akhirat, semoga panjang umur dan sukses dalam menjalani usahanya,” sambungnya.

Dalam pengerjaan pembangunan Rutilahu, kata dia, melibatkan semua unsur, mulai dari pemerintah Desa, Babinsa, Babinkantibmas, Polsek serta Koramil turut dilibatkan. Artinya ini suaru bentuk gotong royong dan kepedulian sesama umat manusia.

Baca Juga :  Peduli Kasih, Polres Metro Bekasi Gandeng Stakeholder Resmikan Rutilahu Di Sukatani Bekasi

“Semua terlibat dalam pembangunan ini, mulai dari sumbangsih konsumsi untuk pegawai, dan Alhamdulillah kekompakan masyarakat sekitar dan diluar ini membantu dalam proses dari awal hingga akhir,” jelasnya.

Kendati itu, dalam pembangunan Rutilahu tersebut tidak ada kendala maupun hambatan yang berarti, ia berharap pembangunan rampung tepat waktu.

“Semoga rumah ini menjadi ladang ibadah untuk ibu Sumiyati dan keluarga, lebih bermanfaat lagi kedepannya, sekali lagi terimakasih untuk donatur yang sudah mau menyisihkan hartanya,” tandas dia.

 

Penulis: Abdul Kholilulloh

Foto : Asful

Liputan Khusus (Lipsus) Rutilahu di Kabupaten Subang

Facebook Comments