Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamBeritaPeristiwa

Tiga Siswi SDN Panyirapan Serang Banten Terseret Banjir, 1 Korban Ditemukan, 2 Dalam Pencarian

413
×

Tiga Siswi SDN Panyirapan Serang Banten Terseret Banjir, 1 Korban Ditemukan, 2 Dalam Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan tengah mengevakuasi jasad korban siswa SDN Panyirapan atas nama Eka yang terseret banjir aliran Sungai Cikarang, di Kampung Kadu Balak, Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Senin tanggal 9 Desember 2024. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Serang Banten – Satu dari tiga siswa SDN Panyirapan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad Eka ditemukan tersangkut di bawah jembatan. Sebelumnya, korban terbawa air saat banjir melanda Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Informasi diperoleh, jasad korban atas nama Eka, ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di aliran Sungai Cikarang, di Kampung Kadu Balak, Desa Tejamari, Kecamatan Baros.

“Korban ditemukan di bawah jembatan. Awalnya ada tas, saat diperiksa ternyata ada korban,” ujar salah seorang relawan yang ikut serta dalam upaya pencarian tiga orang siswa pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Diketahui, tiga pelajar tersebut dikabarkan hanyut terseret arus banjir akibat luapan air Sungai Cikarang Korosok, Kampung Lame Hideng, Desa Panyirapan, pada Senin (9/12/2024)

Tim gabungan dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap dua korban lainnya yang masih belum ketemu. Dua korban tersebut, yakni Mahesa dan Rifal. Keduanya siswa kelas lima SDN Panyirapan.

Sebelumnya, dikabarkan tiga siswa terseret banjir, yakni Rifal dan Mahesa siswa kelas 5, dan Eka Siswi kelas 2.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat yang mendapat laporan, setiba di lokasi langsung melakukan pencairan.

Menurut Nur Arafah petugas kantin SDN Panyirapan, kejadian bermula pada saat jam pulang sekolah, Senin (9/12/2024) siang, tiga orang murid yakni Eka, Rifal dan Mahesa memaksa pulang saat kondisi banjir.

Nur Arafah menceritakan, saat itu masih hujan, dan ketiga siswa sudah diperingatkan untuk tidak pulang dulu, lantaran kondisi jalan yang akan dilalui masih terendam banjir.

“Sudah diperingatkan jangan pulang dulu karena masih hujan dan masih banjir jalannya,” ujar Nur Arafah, Senin (9/12/2024).

Baca Juga :  Petugas KAI Kewalahan, Penumpang di Stasiun Manggarai ke Monas Membludak ingin Saksikan HUT TNI

Ia mengatakan, setelah diingatkan, tiga orang siswa tersebut mengaku tidak akan pulang.

“Saya minta ke guru agar tidak diizinkan pulang dulu karena masih banjir. Nah guru pun langsung menutup gerbang. Namun ketiga siswa ini ternyata sudah keluar duluan,” ujarnya.

Ia mengaku, tak lama setelah tiga anak tersebut meninggalkan sekolah, ada seorang siswa yang berteriak karena melihat tiga korban tersebut terbawa arus.

“Saya langsung lari melihat ke lokasi tempat mereka terpeleset, namun terlambat mereka sudah terbawa arus,” ujarnya.

Nur Arafah mejelaskan, saat kejadian kondisi jembatan bahkan terendam, dan banyak kendaraan yang memilih memutar karena arus air kencang.

Facebook Comments