Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKriminalPembunuhan

Ungkap Kasus Waria di Tangerang Tewas Dibakar, Kapolsek Mauk: Pelaku Tak Terima Diraba-raba

287
×

Ungkap Kasus Waria di Tangerang Tewas Dibakar, Kapolsek Mauk: Pelaku Tak Terima Diraba-raba

Sebarkan artikel ini
WY, pembunuh membakar waria di Kecamatan Mauk Tangerang, Banten.

Triberita.com | Tangerang Banten – Aparat Kepolisian Polsek Mauk, Tangerang Banten, berhasil mengungkap sebuah kasus pembunuhan seorang wanita pria (waria) berinisial RM, yang ditemukan tewas. Jasadnya hangus terbakar.

Korban RM ditemukan tewas di pinggir empang yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/11/2023).

Kapolsek Mauk, AKP Kudratullah mengatakan, pembunuhan seorang waria yang berinisial RM sudah terungkap. RM dibunuh dengan cara dibakar oleh teman dekatnya sendiri, yakni WY.

Wahyudin (WY), diketahui seorang pria pengangguran, warga Kampung Bubulak, RT 001 RW 002, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

“Alhamdulillah sudah terungkap, sudah kami tangkap pelakunya, dan pelaku masih menjalani pemeriksaan ” ujar Kapolsek Mauk, Jumat (10/11/2023).

“Terkait motif pelaku menghabisi nyawa korban, saat ini masih kita dalami. WY membunuh RM dengan cara dibakar, pada Rabu (8/11/2023), pukul 23.00 WIB. WY mengaku kesal dengan korban RM, lantaran dilecehkan dengan cara diraba-raba oleh korban RM,” sambung Kapolsek.

Kodaratullah menjelaskan koronologis peristiwa tersebut, berawal dari WY diminta untuk mengantar korban RM ke daerah Rajeg. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban RM menjemput WY di Kampung Bebulak, Desa Margahayu, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

“Namun, di tengah perjalanan, menurut WY, korban RM mengajak pelaku ke tempat kejadian perkara. Di lokasi ini, korban yang waria melakukan pelecehan terhadap pelaku. RM meraba tubuh WY. Karena tidak terima, pelaku berontak dan terjadi perkelahian antara keduanya, yang pada akhirnya pelaku memukul kepala korban menggunakan batu yang ada di sekitar lokasi kejadian sebanyak tiga kali,” terangnya.

Setelah itu, Kapolsek melanjutkan, pelaku RM mencekik leher korban WY sampai korban tidak bernapas. Dan untuk memastikan kematian korban, pelaku pergi ke rumah mertuanya, mengambil pisau.

Baca Juga :  Meriah, Acara Hari Lahir GP Ansor Ke 89, Dengan Mengusung Tema Digdaya GP Ansor Digdaya Indonesia.

“WY kembali dan menusuk perut dan kepala korban masing-masing satu kali. Setelah yakin korban telah tewas, pelaku menyeret tubuh korban ke seberang empang,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, selanjutnya, pelaku meminta temannya berinisial AS untuk membelikan bensin sembari mengancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

“WY kemudian membakar bercak darah korban dan jasadnya untuk menghilangkan jejak,” beber Kapolsek.

Facebook Comments
Example 120x600