Triberita.com | Subang – Kisah pengunduran diri Dr. Maxi, mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang, memasuki babak baru yang lebih serius.
Dr. Maxi kini tidak hanya mengakui menjadi korban pemerasan, tetapi juga membongkar adanya dugaan jaringan penghimpunan dana miliaran rupiah dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditujukan sebagai setoran kepada pimpinan daerah.
Dalam wawancara lanjutan dengan Triberita.com, Dr. Maxi menyebutkan bahwa total dana yang dikumpulkan mencapai Rp 1 Miliar dari empat dinas yang berbeda.
Rincian Setoran Rp 1 Miliar dari 4 OPD
Dr. Maxi secara eksplisit menunjuk Heri Sopandi yang saat itu menjabat Kepala Dinas PUPR (kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dilantik 16 September 2025) sebagai “Pengepul” yang bertugas berkeliling ke OPD.
Adapun rincian dana yang diduga dihimpun oleh Heri Sopandi dari empat dinas, dengan nominal yang disebutkan Dr. Maxi, adalah sebagai berikut:
Daftar 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Nominal Setoran untuk Petinggi Subang:
1. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) : Rp 250 Juta
2. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD): Rp 100 Juta
3. Dinas Pendidikan: Rp 100 Juta
4. Dinas Kesehatan (Dinkes): Rp 50 Juta
Dr. Maxi menyebutkan bahwa pemberian uang tersebut dilakukan dalam dua tahap, yaitu Rp 500 Juta di bulan April dan Rp 500 Juta di bulan Juli, sehingga total setoran mencapai Rp 1 Miliar untuk “Petinggi Subang.”
“Saya (Dinas Kesehatan) menyerahkan ke Heri Sopandi yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR, ‘dia yang keliling ke OPD’,” tegas Dr. Maxi.
Setoran yang dikelola oleh Heri Sopandi disebutkan memiliki batas waktu hingga 26 April 2025.
“Saya kasihkan permintaan uang Rp. 50 Juta tersebut antara tanggal 24-25 April, dan 50 juta di Bulan Juli, kepada Heri Sopandi,” ucap Dr. Maxi.
Dr. Maxi, yang dikenal sebagai figur yang kerap menolong warga miskin dan berprestasi dalam kinerja sebagai ASN yang patuh, mengaku apa yang dialaminya ini sudah diceritakan kepada salah satu petinggi Aparat Penegak Hukum (APH) di Jakarta, Bandung, dan Kabupaten Subang.
Hal ini mengisyaratkan bahwa kasus ini berpotensi merambah ke ranah pidana.
Bantahan Keras dari Pihak Tertuduh
Terkait tuduhan yang sangat serius ini, Triberita.com telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang disebut Dr. Maxi.
Heri Sopandi yang dikonfirmasi pada Kamis, 6 November 2025, usai kegiatan seremonial, membantah keras menerima uang dari Dr. Maxi maupun melakukan praktik penghimpunan dana dari OPD.
“Tidak pernah meminta uang,” jawab Heri Sopandi dengan singkat.
Jawaban tersebut juga disaksikan oleh Sekretaris Dinas Furwani dan Kabid Pendidikan dan Kebudayaan.
Konfirmasi lanjutan juga dilakukan kepada Kadis Nunung, pada bulan April dan Juli lalu masih menjabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dilantik 16 September 2025), yang juga namanya disebut dalam konteks dinas yang menjadi sumber setoran.
Kadis Nunung juga memberikan bantahan singkat.
“Tidak ada,” kata Kadis Nunung, menanggapi pertanyaan mengenai pemberian uang kepada Heri Sopandi.
Namun, yang menarik perhatian wartawan Triberita.com adalah bahasa tubuh Kadis Nunung saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kantor Disdukcapil dijalan Mayjen Sutoyo No.50 pada Kamis siang, 6 Novevember 2025 mengenai dugaan pungutan tersebut, yang disebut terlihat dari bahasa tubuh tidak nyaman dengan pertanyaan tersebut.
Tanggapan RSUD Ciereng Terkait Tuduhan Dr. Maxi
Di tempat terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Kabupaten Subang, Dr. Ahmad Nasuhi, dikonfirmasi mengenai pernyataan Dr. Maxi. Hingga berita ini diturunkan, Dr. Ahmad Nasuhi belum memberikan komentar membantah terkait tuduhan tersebut.
Berikut adalah Dialog Konfirmasi yang dilakukan wartawan Triberita.com kepada Direktur RSUD Ciereng sekitar pukul 19.30 Wib, Sabtu Malam, 8 November 2025:
Wartawan (Triberita.com) :
“Assalamualaikum, Pak Dokter. Maaf tadi pagi sampai Magrib, HP tidak dibawa. Izin, apakah bisa wawancara via telepon terkait ada pernyataan Dr. Maxi mengenai Pak Heri Sopandi dan RSUD?”
Dr. Ahmad Nasuhi (Direktur RSUD) :
“Waalaikumsalam Wr. Wb. Nanti saja ya kalau begitu, Kang. Saya maunya bisa tatap muka langsung sama Akang. Sekalian ada yang juga mau saya klarifikasi ke Akang. Santai saja ya, Kang.”
Wartawan (Triberita.com):
“Siap, nuhun (terima kasih) Pak Dokter. Apa hari Minggu bisa?”
Dr. Ahmad Nasuhi (Direktur RSUD):
“Sama-sama, Kang. Walaaahhh, Minggu ada acara keluarga, Kang. Kita reschedule minggu depan, ya.”
Pada akhirnya , Senin 10 November 2025, Triberita.con bertemu Direktur RSUD Subang diruang kerjanya, dan memberikan jawaban klarifikasi.
“Tidak memberikan uang ke Bupati, ” kata Dr. Ahmad Nasuhi Direktur RSUD Subang.
Bahkan Dr.Ahmad Menilai sosok Dr. Maxi ada seorang pejabat yang baik, dan menyesali adanya kabar-kabar kurang baik tersebut .
“Pak Dr Maxi itu, orang baik,” Ucap Dr. Ahmad
Pengakuan berani Dr. Maxi, yang disertai bantahan keras dari para pejabat yang dituduh, kini menjadi bola panas di kalangan ASN dan APH, menuntut investigasi menyeluruh mengenai dugaan gratifikasi di pucuk pimpinan Kabupaten Subang.

















