Triberita.com | Kabupaten Bekasi – PT Mane Indonesia di Desa Pasir Gombong Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, keberadaannya mulai meresahkan warga sekitarnya.
Perusahaan memproduksi biang parfum di Jalan Raya Industri ini mengeluarkan aroma wangi yang kian lama terasa menyengat dan menganggu kenyamanan. Pasalnya, lokasi pabrik tersebut tidak jauh dari pemukiman warga.
Warga sekitar sudah bertahun-tahun menghirup bau menyengat dari proses produksi PT Mane Indonesia, yang berasal dari bahan kimia dan sangat menggangu kesehatan warga yang menghirup melalui udara.
Seperti pengakuan salah satu warga, Salamah (46) asal Pasir Gombong RT 06/02 yang merasakan pernafasannya mulai terganggu akibat bau aroma berbahan kimia berasal dr PT Mane Indonesia
“Saya tinggal di sini sudah puluhan tahun, dan mencium bau perusahaan PT Mane, dan ini membuat saya mengalami gangguan pernafasan,” kata Salamah kepada Triberita Kamis (29/2/2024).
Warga yang merasa terganggu, menurut Salamah, sudah melaporkan hal itu kepada Pemerintah Desa Pasir Gombong.
“Kami pun sudah melaporkan ini terkait pencemaran udara yang terjadi pada perusahaan PT Mane Indonesia kepada Pemdes Pasir Gombong, agar bisa menindaklanjuti perusahaan tersebut yang membuat warga mengalami gangguan pernafasan. Tapi sampai saat ini Pemerintah Desa Pasir Gombong belum ada kelanjutannya,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan juga oleh Samrizal (53).
“Saya juga sudah bertahun-tahun tinggal disini, berdekatan dengan perusahaan PT Mane Indonesia, tidak kuat mencium baunya itu,” kata Samrizal.
Ia mengatakan , warga sangat berharap ada yang bisa membantu menanggapi keluhan tersebut.
“Sudah hampir 10 tahun suara kami tidak didengar, dan keluhan yang kami rasakan terkesan tidak ada yang peduli, bahkan kami sudah mencoba melaporkan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi (DLH), tetap saja tidak ada tindak lanjutnya,” keluhnya .
Bahkan, kata Samrizal, pihaknya juga sudah mengadukan hal ini kepada anggota DPRD.
“Anggota dewan itu sempat sidak langsung ke PT Mane, tetapi sama saja, sampai saat ini tidak ada perubahan. Padahal warga sudah sangat dirugikan PT Mane Indonesia,” tandasnya.

















