Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Bagi warga Tionghoa momen saat merayakan tahun baru Imlek, akan selalu disertai dengan tradisi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu membagikan angpau.
Sekedar diketahui, kata angpau berasal dari dua suku kata, yaitu ang yang berarti merah dan pau yang bermakna amplop. Maka angpau bisa dimaknai dengan amplop merah.
Angpau merupakan simbol peduli sesama, bentuk kepedulian dan berbagai kegembiraan antar-sesama terutama yang keadaan bagi orang yang belum mampu.
Selain itu, angpau merupakan wujud ucapan syukur atas rezeki yang kita dapat selama setahun terakhir. Wujudnya adalah berbagi dengan orang yang lebih membutuhkannya’
Ko Ale (54) salah satu warga Tionghoa berdomisili di Kampung Keramat Desa Karang Asih, Cikarang Utara menjelaskan, dirinya sudah menyiapkan banyak angpau untuk menyambut Tahun Baru Imlek, besok 10 Februari 2024.
“Dari semalam saya sudah mempersiapkan angpau untuk warga sekitar bagi yang membutuhkannya. Saya bagikan di tanggal 10 Febuari besok,” ungkapnya kepada Triberita, Jumat (9/2/2024).
Dalam tradisi di tahun baru Imlek ini, lanjut Ko Ale, ia selalu melakukan bagi-bagi angpau setiap tahun sekali untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Selain itu juga untuk anak-anak yang tidak punya orang tua,” katanya.
Ko Ale menjelaskan, makna dari perayaan Imlek sendiri itu, adalah menjaga keharmonisan, kerukunan.
“Dan kita berbagi berkah kepada sesama. Mungkin mereka lebih membutuhkannya,” tandasnya.

















