Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Kerja Cerdas Berbuah Manis: Siswi SDN Perumnas 1 Subang Sabet Juara 3 Lomba Baca Sajak Bahasa Sunda

365
×

Kerja Cerdas Berbuah Manis: Siswi SDN Perumnas 1 Subang Sabet Juara 3 Lomba Baca Sajak Bahasa Sunda

Sebarkan artikel ini
Azzahra bersama ibunda dan guru wali kelasnya.

Triberita.com | Subang – Kerja keras dan kecerdasan seorang siswi kembali mengharumkan nama sekolah. Azzahra Abidah Riwandini, siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Perumnas 1 Subang, berhasil meraih juara 3 dalam lomba baca sajak bahasa Sunda yang diselenggarakan oleh Jagad Subang Siliwangi pada Sabtu (3/5/2025).

Keberhasilan Azzahra terasa istimewa lantaran sajak yang dibawakannya merupakan karya orisinalnya sendiri.

“Sajak ini dibuat oleh Azahra sendiri, Pak. Saya hanya merapihkannya saja,” ungkap Arum Nurul Khotimah, S.Pd, wali kelas Azzahra, dengan nada bangga.

Sajak yang ditulis oleh Azzahra dengan lugas menggambarkan pengamatannya terhadap Kabupaten Subang saat ini. Ia menuangkan keindahan alam serta kekayaan adat istiadat yang menjadi ciri khas daerahnya ke dalam bait-bait sajak yang memukau.

Ibunda Azzahra, Hj. Rima Melati, S.E., tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. “Apa yang ada di anak saya, saya bangga dengan itu,” ujarnya sambil tersenyum haru.

Penampilan Azzahra di atas panggung memang berhasil mencuri perhatian. Dengan ekspresi polos khas anak-anak, namun dengan intonasi yang jelas dan penguasaan materi sajak yang baik, ia mampu memikat hati para juri.

Salah seorang juri, Eka Rohmat Diana, mengungkapkan bahwa keberanian Azzahra tampil dan kemampuannya menguasai sajak menjadi poin penilaian tersendiri.

“Dengan berani tampil, apalagi mampu menguasai materi sajak, hingga memberikan suguhan yang bagus, ini menjadi penilaian tersendiri,” jelasnya.

Eka juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh siswa yang berani tampil membacakan sajak berbahasa Sunda. Ia melihat potensi besar dalam diri para peserta dan berharap para guru dapat terus memoles kemampuan siswa agar dapat meraih prestasi yang lebih maksimal di ajang selanjutnya.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan tantangan dalam membacakan sajak bahasa Sunda yang tidak semudah membaca sajak berbahasa Indonesia.

Baca Juga :  Penuhi Panggilan Kejaksaan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman Dicecer 36 Pertanyaan

“Banyak diksi yang penulisannya hampir sama, namun memiliki arti berbeda. Beda pelafalan, beda arti, karenanya, para guru pembimbing harus lebih intens memberikan pemahaman kata atau diksi kepada siswa,” imbuhnya.

Kendati demikian, prestasi yang diraih Azzahra menjadi bukti nyata bahwa kerja cerdas dalam merangkai kata dan menuangkan observasi lingkungan sekitar menjadi sebuah karya seni yang indah patut diapresiasi dan terus dikembangkan.

Roskita Sudiman, Lurah Karanganyar, dalam sambutannya saat membuka lomba, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan sastra Sunda.

“Dengan banyaknya siswa sekolah dasar yang mengikuti kegiatan membaca sajak bahasa Sunda, menjadi angin segar bagi dunia sastra Sunda, karena telah kembali melahirkan para sastrawan sastrawati yang semakin kekinian semakin langka,” pungkasnya.

Keberhasilan Azzahra diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mencintai bahasa serta budaya Sunda.

Facebook Comments