Triberita.com | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya peningkatan kasus penyakit seperti influenza, ISPA, dan COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa minggu terakhir.
Mengutip data Kemenkes per 9 Oktober 2025, proporsi pasien positif influenza pada minggu ke-40 meningkat menjadi 55 persen dari sebelumnya 44 persen pada minggu sebelumnya. Dari kasus influenza yang terdeteksi, sebanyak 33 persen terjadi pada usia 0-4 tahun.
Lonjakan ini, diketahui berdasarkan data laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang masuk ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyampaikan, bahwa tren serupa, juga terjadi di sejumlah negara tetangga. Kasus penyakit yang terjadi didominasi varian virus tertentu.
“Kasus juga terjadi di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand yang disebabkan didominasi virus influenza tipe A,” kata Aji.
Menurut Aji, di negara-negara tropis seperti Indonesia, virus influenza memang beredar sepanjang tahun, tetapi aktivitasnya cenderung meningkat pada periode tertentu.
“Saat ini, mulai adanya peralihan ke musim hujan dan kualitas udara yang buruk di beberapa kota di Indonesia,” terangnya.
Ia menjelaskan, bahwa peningkatan kasus influenza atau ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) selama musim hujan adalah hal yang lazim.
Kondisi suhu udara yang lebih rendah dan kelembapan tinggi, memudahkan virus bertahan hidup, berkembang biak, serta menular dengan lebih cepat.
Langkah Antisipasi dari Kemenkes
Kemenkes terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menekan peningkatan kasus penyakit pernapasan ini. Upaya tersebut meliputi pemantauan kasus melalui SKDR dan sistem surveilans sentinel ILI/SARI.
Selain itu, Kemenkes juga akan memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat melalui berbagai kanal media, agar masyarakat lebih waspada dan menerapkan pola hidup sehat.
“Terapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, rutin aktivitas fisik, jaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata Aji.
“Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun (CTPS) atau hand sanitizer. Gunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika di keramaian dan terapkan etika batuk/bersin,” lanjutnya.
Vaksinasi
Vaksinasi influenza dapat diberikan, terutama kepada warga lansia ataupun mereka dengan komorbid atau penyakit penyerta yang berat.
Vaksinasi, bertujuan untuk melindungi penerima vaksin dari infeksi virus influenza dan jika terinfeksi, gejalanya ringan.
Masyarakat diharapkan bisa memperkuat upaya pencegahan dengan memperkuat daya tahan tubuh serta menggunakan masker.
Di tempat terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam temu media mengatakan, virus penyebab influenza akan bermutasi tiap tahun. Hal ini menjadi salah satu penyebab kasus influenza selalu meningkat saat pergantian musim.
“Flu itu, selalu muncul di pergantian musim, seperti saat ini di bulan September, Oktober. Itu biasanya akan banyak orang flu. Nanti, di bulan Maret, April itu akan banyak lagi orang (tertular) flu,” ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar memperkuat upaya pencegahan penyakit dengan menggunakan masker, baik warga yang sedang sakit maupun tidak. Masker menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan penyakit influenza.
Influenza sangat mudah menular, terutama pada orang-orang dengan tingkat imunitas yang rendah. Oleh karena itu, selain menggunakan masker, masyarakat diharapkan terus menjaga daya tahan tubuh dengan baik.
Kemenkes, juga menganjurkan vaksinasi influenza setiap tahun apabila diperlukan, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, individu dengan penyakit kronis, serta pelaku perjalanan.
Aji menekankan, bahwa jika gejala flu semakin berat, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

















