Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pelaksanaan pemilu 2024 waktunya berdekatan dengan Bulan Suci Ramadan. Tahapan Pemilu 2024 diketahui saat ini tengah menunggu hasil rekapitulasi suara yang akan menjadi dasar keputusan KPU RI untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden.
Hari ini, Minggu 10 Maret 2024, Kementerian Agama (Kemenag) diagendakan menggelar sidang Isbat untuk memutuskan awal bulan Ramadan 1445 H, bisa besok Senin 11 Maret 2024, atau bisa juga lusa, Selasa 12 Maret 2024.
Menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan, ada satu tradisi umat muslim di Indonesia, diantaranya berkunjung ke makam, untuk menengok dan mendo’akan orang tua, atau sanak famili yang sudah meninggal. Tradisi ini sudah menjadi sebuah tradisi yang sudah turun temurun, tradisi itu disebut nyekar atau ziarah kubur.
Maka tak heran jika menjelang Ramadhan beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di Kabupaten Bekasi mulai banyak dikunjungi para peziarah.
Mereka (peziarah) datang untuk mengunjungi makam orang tua atau keluarga yang sudah meninggal, serta mendoakan secara langsung di makam.
Seperti pantauan Triberita di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Berlan di Desa, Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/3/2024).
TPU ini dipadati pengunjung, terlihat dari banyaknya deretan kendaraan yang terparkir di area TPU. Kendaraan yang terparkir didominasi oleh kendaraan roda dua (sepeda motor) dari para peziarah yang datang.
Kesibukan mulai terasa, saat memasuki area pemakaman tercium bau harum bunga melati dan terlihat taburan bunga dengan berbagai warna yang masih segar itu, turut menghiasi bagian atas beberapa makam.
Tampak beberapa peziarah melakukan aktivitas, ada yang mengangkat kedua tangan membacakan doa, ada juga yang sedang membaca Surat Yasin.
Disudut berbeda ada yang sedang membersihkan makam dengan mencabut rumput liar diatas makam, meskipun pengurus makam sudah membersihkannya.
Pengurus makam Berlan, Mul atau biasa disapa Jefri mengatakan, makam yang ada di sini sering kali dibersihkan dari rumput liar dan juga daun kering yang berserakan.
“Makam di TPU Berlan ini selalu dibersihkan, terutama tanaman rumput liar dan juga daun kering yang berserakan,” ungkap Jefri pengurus makam.
Ia juga menjelaskan, jika bersihnya makam bukan hanya ketika menjelang bulan puasa atau menjelang hari Raya Idul Fitri, kebersihan di area makam itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pengurus, dengan dibantu oleh beberapa orang warga sekitar.
“Kebersihan di area makam bukan hanya ketika menjelang bulan puasa atau menjelang hari Raya Idul Fitri saja, tetapi kebersihan di area makam sering dilakukan di hari-hari biasa juga, karena itu sudah tanggung jawabnya,” tuturnya.
Agar para peziarah yang datang merasa senang, lanjut Jefri, karena makam orang tua atau sanak familinya ada yang merawat, tanpa harus bersusah payah membersihkan sebelum melakukan doa.
Selain itu, pengurus makam juga tidak meminta imbalan apapun, tinggal kebijakan dan kerelaan para peziarah saja. Itupun tidak dipaksakan, seikhlasnya saja, tinggal masukan saja uangnya ke dalam kotak yang sudah disediakan di pintu masuk TPU. Itu juga bagi yang mau memberi uang, jika tidak mau memberi juga tidak apa-apa.
“Pemberian uang dari para peziarah, itu seikhlasnya berapa saja seridhonya tanpa dipaksa,” sambung Jefri.
Amal itu bukan suatu keharusan juga, bahwa para peziarah harus memberi imbalan kepada pengurus makam. Sekedar ada rasa terimakasih kepada pengurus makam.
“Bukan suatu keharusan juga para peziarah memberikan uang, tetapi setidaknya ada rasa terimakasih kepada pengurus makam,” tandasnya.

















