Scroll untuk baca artikel
Bekasi Raya

190 Ribu Penduduk Pengangguran, 7000 Pabrik di Kabupaten Bekasi Belum Bisa Berikan Solusi

370
×

190 Ribu Penduduk Pengangguran, 7000 Pabrik di Kabupaten Bekasi Belum Bisa Berikan Solusi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pencari kerja.(Foto Istimewa)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Kabupaten Bekasi itu merupakan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Semestinya peluang kerja bagi anak-anak muda terutama warga setempat bisa lebih mudah atau diprioritaskan untuk bekerja di wilayahnya.

Namun kenyataannya, bahkan lulusan SMK yang katanya siap kerja, sulit mendapatkan pekerjaan, Seharusnya Pemerintah Daerah bisa memperhatikan masalah pengangguran yang terbilang besar jumlah.

Wulan (21), salah satunya, gadis lulusan SMK di Kabupaten Bekasi ini terpaksa harus menunda mimpinya untuk bisa segera bekerja. Sudah berkali-kali dirinya memasukkan lamaran ke perusahaan atau pabrik di tanah kelahirannya, Bekasi. Namun, sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun lalu, tak ada satu pun lamaran kerjanya berbalas dengan kabar baik.

“Saya kecewa banget, betapa sulitnya cari kerja di Bekasi untuk menemukan lowongan pekerjaan yang menerima lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” katanya, Minggu (2/6/2024).

Hampir semua perusahaan atau pabrik yang ia masuki mensyaratkan lulusan diploma dan sarjana. Padahal sebagai lulusan SMK, ia dan kawan-kawannya sudah siap untuk masuk dunia kerja.

“Syarat lain yang berat adalah harus punya pengalaman kerja minimal dua tahun,” keluhnya.

Hal yang lebih menyakitkan menurutnya, tak satupun lamaran yang ia kirimkan merespon untuk panggilan wawancara. Artinya, dirinya sudah mendapat penolakan sebelum dapat kesempatan untuk menjelaskan apa yang ia bisa.

Kawasan Bekasi sendiri terbagi atas Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Namun, kawasan indutri paling banyak ada di Kabupaten Bekasi, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi hingga penghujung tahun 2023 mencapai 190 ribu jiwa. Pemda sendiri mengaku kesulitan mengatasi pengangguran meski menjadi daerah kawasan industri besar di Indonesia. Bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Lomba Desain Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke – 73 Tahun 2023

Di kabupaten ini ada lebih dari 7.000 pabrik beroperasi, tapi hal itu tidak bisa menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran. Salah satu alasannya karena sebagai sebuah kawasan industri besar, jadi daya tarik bagi pencari kerja dari luar daerah sangat besar, yang berdampak masyarakat lokal yang semakin sulit untuk melamar pekerjaan, terutama angkatan kerja baru.

Menurut Wulan, syarat pendidikan minimal diploma dan sarjana jadi persoalan pelik karena tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana. Ada yang mampu hingga sarjana, ada yang mampu hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan hanya ada yang sampai SD dan SMP.

Ia sangat memahami orang tuanya yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya bisa membiayai sekolahnya hingga SMK saja. Harapan mereka, ia bisa segera bekerja dan ikut membantu sekolah adik-adiknya dan membantu keuangan keluarga.

Facebook Comments