Acara yang berlangsung di lapangan desa ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga melalui parade busana khas dan berbagai lomba hias yang menarik perhatian ribuan masyarakat setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bojongsari, Mulyana Saeful Muslim, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para ketua RT dan RW se-Desa Bojongsari, yang turut menyemarakkan suasana.
Wujud semangat kebersamaan dan nasionalisme
Karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75, yang diselenggarakan dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme. Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga lansia, ikut berpartisipasi dengan mengenakan kostum unik yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Ada yang mengenakan busana adat Betawi, Jawa, hingga kostum bertema pahlawan kemerdekaan, lengkap dengan atribut hias seperti replika senjata tradisional, bendera Merah Putih, dan hiasan kepala yang kreatif.
Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kepala Desa Mulyana Saeful Muslim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme warga dalam memeriahkan HUT RI.
“Karnaval ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud cinta kita kepada tanah air. Melalui kreativitas busana dan lomba hias, kita tunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-80,” ujar Mulyana dalam wawancara usai pembukaan acara.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga serta mengedukasi generasi muda tentang makna kemerdekaan.
Pernak pernik costum peserta
Parade karnaval dimulai dengan pawai keliling desa yang melibatkan puluhan kelompok peserta dari setiap RT dan RW. Masing-masing kelompok menampilkan kostum tematik, seperti busana pejuang kemerdekaan, tokoh-tokoh nasional, hingga kreasi modern yang menggabungkan unsur tradisional dan kekinian.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kelompok dari RT 002/03 yang menampilkan replika Burung Garuda Nasional berukuran besar yang dihias dengan bendera Merah Putih dan lampu warna-warni.
Selain itu, lomba hias gapura di setiap dusun juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan gapura-gapura yang dihias menggunakan bahan daur ulang seperti bambu, kain, dan plastik bekas yang disulap menjadi karya seni menawan.
Dalam wawancara dengan salah satu peserta karnaval, Suryana, warga RT 001/03, ia menyampaikan kegembiraannya bisa ikut serta dalam acara ini. “Saya bangga bisa ikut karnaval tahun ini. Kostum yang kami buat bersama-sama di RT ini terinspirasi dari pejuang kemerdekaan.
Pesan Moral acara kepada generasi Bangsa
Kami ingin anak-anak tahu bahwa kemerdekaan itu diperjuangkan dengan susah payah,” katanya. Suryana juga mengapresiasi inisiatif Kepala Desa yang selalu mendukung kegiatan warga. “Pak Mulyana selalu hadir dan mendukung kami, jadi kami semakin semangat untuk berpartisipasi,” tambahnya, khusus di acara karnaval kali ini ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan.
Selain parade busana, berbagai lomba tradisional juga digelar untuk memeriahkan acara, seperti lomba balap karung, panjat pinang, dan tarik tambang, yang diikuti oleh warga dari berbagai usia.
Lomba hias sepeda dan becak juga menjadi favorit, dengan peserta menampilkan dekorasi yang penuh warna dan kreatif. Pemenang lomba mendapatkan hadiah menarik, termasuk sepeda, peralatan rumah tangga, dan voucher belanja, yang disponsori oleh donasi warga dan pihak swasta setempat.
Ketua BPD Desa Bojongsari Wawan Rukmawan, yang turut hadir dalam acara, menyatakan bahwa karnaval ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan warga. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras para RT dan RW yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Ini menunjukkan bahwa Desa Bojongsari memiliki potensi besar dalam menjaga budaya dan semangat nasionalisme,” ujarnya.
Camat Kedungwaringin, Maman Badruzaman, walaupun tidak hadir secara langsung beliau berpesan kepada warga merasa ikut bangga dan memuji kreativitas warga Bojongsari. “Acara seperti ini memperlihatkan betapa guyubnya warga Desa Bojongsari. Saya berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Kedungwaringin,” katanya.
Pemenang dan apresiasi dari Kepala Desa
Kegiatan karnaval ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian doorprize, termasuk sepeda dan peralatan elektronik, yang disambut sorak sorai warga.
Dalam acara tersebut juga mendapat beberapa hadiah uang pembinaan kepada tim masing-masing Dusun atas kreatifitas dan kekompakanya, masing-masing dimenangkan oleh Dusun II, III dan Dusun III.
Acara kali ini juga turut didukung oleh para Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) Cikarang Kabupaten Bekasi. Para mahasiswa tersebut melaksanakan KKN di 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Dengan semangat “Indonesia Maju”, warga Desa Bojongsari berhasil menunjukkan bahwa peringatan HUT RI ke-80 bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dan mengenang jasa para pahlawan.
Editor: Tim Redaksi

















