Tak heran, produk kuliner yang dijualnya pun bukan kaleng-kaleng. Jenis kuliner andalan, dengan nama Nasi Tutug Oncom atau disingkat Nato. Makanan ini terdiri dari nasi putih dicampur oncom disajikan dengan ayam kremes dipadu dengan sambal yang pedas.
Menu lainnya, ia pun membeberkan, ada Nasi Ayam Gesrek, Nasi Ayam Gembul, Nasi Ayam Matic dan lain sebagainya. Semua menu berbahan dasar ayam itu disertai sambal yang pedas. Pengunjung yang sudah menikmati ayam kremes hasil modifikasi Devy, biasanya akan kembali lagi, khususnya bagi penggemar ayam kremes dengan rasa pedas
“Masak memang hoby saya, jadi saya menikmati cara saya bersosialisasi sambil menyalurkan hobi kuliner,” ucapnya.
Namun, ternyata tak hanya itu cara Devy bersosialisasi. Ia juga tak ingin menyia-nyiakan keahliannya dibidang hukum sebagai seorang pengacara.
Dengan niat tulus, Devy yang memperoleh nomor urut 8 dari Partai berlambang Mercy itu memanfaatkan keahliannya dibidang hukum, untuk membantu warga sekitar yang bermasalah dengan hukum dan membutuhkan pertolongan.
“Ternyata masih banyak masyarakat yang memerlukan pengetahuan tentang hukum, karena diantara kita banyak yang sedang dilanda permasalahan terkait hukum, sehingga memerlukan bantuan,” ungkap Devy.
Orang-orang tersebut berkonsultasi dengan Devy, dan wanita ini pun ikhlas membagi pengetahuannya secara gratis. Dalam nuraninya, ia pun tak ingin ada masyarakat, terlebih sesama wanita yang dibodohi karena tidak paham hukum.
Persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, menurut Devy, biasanya seputar masalah perceraian, warisan atau ada keluarga yang sedang bermasalahan dengan aparat penegak hukum.

















