Scroll untuk baca artikel
Bekasi Raya

Serunya Ngabuburit Pilih Menu Berbuka Puasa di Gramapuri Persada Cibitung Bekasi

311
×

Serunya Ngabuburit Pilih Menu Berbuka Puasa di Gramapuri Persada Cibitung Bekasi

Sebarkan artikel ini
Situasi Pukul 17.00 WIB jelang berbuka puasa di Perum Gramapuri Persada, nampak warga yang sedang ngabuburit, sambil cari menu berbuka puasa (Foto : Jeje).

Triberita com ǀ Kabupaten Bekasi – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan menjelang waktu berbuka puasa, ada tradisi ngabuburit, yang dilakukan warga untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Seperti yang terlihat di Perumahan (Perum) Gramapuri Persada, di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jum’at (22/3/2024), nampak hilir mudik warga yang didominasi oleh pengendara sepeda motor, dari mulai gerbang utama pintu masuk.

Pedagang nampak berjejer di sepanjang jalaSerunya Ngabuburit Sambil Cari Menu Berbuka Puasa di Perum Gramapuri Persada Cibitung Kabupaten Bekasi
n Perum Gramapuri Persada, dengan aneka menu makanan takjil yang dijajakan, dari mulai gorengan, es campur, asinan, dan yang lainnya.

Menurut Aji salah satu pedagang es campur mengatakan, di Gramapuri bukan hanya bulan ramadan saja ramainya, tetapi di bulan biasa, hari-hari biasa juga ramai, terutama jika hari Sabtu dan Minggu.

“Saya kan dagangnya mangkal setiap hari, sedangkan sebagian lagi pedagang musiman yang berjualan di bulan puasa saja,” ujarnya.

Aji juga menjelaskan, jika para pedagang yang mangkal di pinggir jalan, mulai buka Pukul 16.00 WIB, sampai Pukul 22.00 WIB, dan itu memang itu sudah peraturan pihak manajemen Perum Gramapuri.

“Pedagang juga tidak boleh sembarangan berjualan di sepanjang jalan tersebut, ada titik lokasi yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Para pedagang,, lanjut dia, harus mengikuti aturan tersebut. Aji juga mengaku para pedagang dipungut biaya oleh pihak manajemen Perum Gramapuri untuk berdagang di lokasi tersebut. Ada yang per hari, per minggu, per bulan.

“Rp 5000/hari untuk Sekuriti, Rp 5000/Minggu untuk uang kebersihan, dan Rp.50.000-Rp.100.000, untuk pihak kantor,” sambungnya.

Menurut Aji, para pedagang tidak merasa keberatan dengan iuran tersebut.

Baca Juga :  Belasan Rumah di Bojongmangu Bekasi Ambruk Akibat Pergerakan Tanah, BPBD Imbau Warga Waspada

Untuk pendapatan setiap harinya, ia mengatakan, bervariatif.

“Namanya juga orang dagang, kadang ramai kadang sepi pembeli, apalagi jika cuacanya hujan. Apalagi pedagang es, pendapatannya tergantung cuaca juga, di bulan puasa ini kadang masih ada hujan,” tandasnya.

Facebook Comments