Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaPemilu2024Politik

Tuti Yasin Caleg DPR RI Dapil VII Jabar, Targetkan Duduk di Komisi IX

421
×

Tuti Yasin Caleg DPR RI Dapil VII Jabar, Targetkan Duduk di Komisi IX

Sebarkan artikel ini
Tuti Yasin Caleg DPR RI Dapil VII Jabar nomor urut 2, dari Partai Nasdem, sedang berikan sambutan (Foto : Istimewa).

Triberita.com | Kabupaten Bekasi– Para kontestan politik, para capres-cawapres termasuk para caleg (calon legislatif) yang akan bertarung di pemilu 2024 makin gencar turun langsung masyarakat, dengan menggelar pertemuan dan bersosialisasi.

Terhitung hanya tinggal 32 hari lagi para kontestan politik akan bertarung untuk meraih kursi eksekutif dan legislatif, mereka dengan berbagai cara untuk meraih simpati masyarakat.

Tuti Yasin salah seorang caleg DPR RI Dapil VII Jabar dari partai Nasdem, menghadiri acara pertemuan dan sosialisasi serta kaderisasi, di Kampung Garon, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi pada Rabu (10/01/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh tim sukses, Koordinator Kecamatan (Korcam), Koordinator Desa (Kordes) se Kecamatan Cabangbungin, dan warga sekitarnya.

Dalam kesempatan itu dengan ramahnya Tuti Yasin menyapa seluruh tamu yang hadir, serta berinteraksi langsung dengan warga yang hadir dalam acara pertemuan dan sosialisasi tersebut.

Penuh semangat para hadirin mendengarkan apa yang sedang disampaikan oleh Tuti Yasin.

Dalam sambutannya Tuti menyampaikan, dirinya berharap Kabupaten Bekasi kedepannya semakin maju. Ia juga menargetkan jika terpilih, ingin duduk di komisi IX yang salah satunya membidangi kesehatan, karena Tuti berlatar belakang bidang kesehatan.

“Saya ingin kedepannya Bekasi lebih maju, biar punya dewan di pusat. Maka saya menargetkan nantinya duduk di komisi IX yang membidangi kesehatan, kebetulan saya basicnya dokter umum, jadi sesuai jika pilih komisi IX,” ucapnya.

Kenapa perlu kesehatan, lanjut Tuti, karena mengingat daerah di pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Bekasi yang jauh dari Rumah sakit.

“Saya punya usulan nantinya 3 Kecamatan 1 Rumah sakit kecil tapi harus ada dokter spesialis nya, itu harapannya jika dari segi kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Bekasi Perbaiki Rumah Warga Korban Puting Beliung

Selanjutnya Tuti juga mengatakan, jika dari segi tenaga kerja, orang Bekasi dari ujung utara sampai selatan, anak-anak susah cari kerjaan, katanya.

“Kabupaten Bekasi daerah industri terbesar se Asia tenggara, tapi nyatanya nyari kerja sulit. Katanya menurut Peraturan Bupati (Perbup) 30% warga lokal harus bisa kerja di PT, tapi pada kenyataannya sulit, ada juga yang mau masuk kerja melalui calo, harus bayar 3 sampai 5 juta, bahkan lebih,” ungkapnya.

Tutik menambahkan, dirinya mengaku heran, kenapa Pemda tidak bisa menekan terkait persoalan tersebut.

“Jangan terlalu menyalahkan Bupatinya, jadi itu pabrik waktu mau dibuat, izinnya bayar ke pusat, bukan ke Kabupaten, dan Kabupaten itu hanya beri izin mendirikan saja, dan pajak tahunan pabrik bayarnya ke pusat, jadi kita orang Bekasi mau menekankannya
melalui apa, makanya kita harus punya dewan di pusat yang ada di komisi yang membidangi tenaga kerja,” pungkasnya

Diakhir acara sebelum ditutup dengan doa, Tuti dan Tim suksesnya memberikan contoh tata cara pencoblosan di TPS nanti. setelah itu lanjut acara kuis, dan ditutup dengan doa.

Facebook Comments