Triberita.com ǀ Kabupaten Bekasi – Pasca Pemilu 2024, isu Pilkada di Kabupaten Bekasi mulai memanas. Beredar polling nama-nama tokoh politik maupun tokoh Kabupaten Bekasi yang berpotensi ikut Pilkad.
Poling tersebut ramai di jagat media sosial (Medsos), dan para netizen angkat bicara dan memberikan penilaian.
Seperti yang dilakukan Pemerhati Kebijakan Publik yang juga Pendiri Lembaga Gerakan Bersama Amankan Konstitusi (GEBRAK), Karman Supardi.
Sebagai pemenang Pemilu 2024 dengan perolehan suara terbanyak di Kabupaten Bekasi, Karman menilai, Partai Golkar berpeluang kembali jadi pemenang di Pilkada 2024. Diketahui, pendaftaran Pilkada 2024 akan dibuka pada 24 Agustus 2024 mendatang.
“Rasanya tidak berlebihan jika Pilkada tahun ini Partai Golkar kembali memenangkan Pilkada di Kabupaten Bekasi. Kalau ini terjadi bisa hattrick, karena dua Pilkada sebelumnya yakni 2012 dan 2017 dimenangkan oleh Partai Golkar,” ujarnya kepada Triberita melalui telepon selulernya, Minggu (24/03/2024).
Karman menjelaskan, untuk Pilkada tahun ini, duet Akhmad Marjuki dan Novy Yasin bisa menjadi alternatif untuk dicalonkan oleh Partai Golkar sebagai pasangan yang cukup menarik dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bekasi.

Ia mengatakan, kedua sosok tersebut memiliki rekam jejak (track record) yang baik dan juga berpengalaman dalam pemerintahan di Kabupaten Bekasi, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.
“Kita tau Pak Akhmad Marjuki pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bekasi dan Plt Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022. Sementara Bu Novy Yasin pernah jadi anggota DPRD dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024”, terangnya.
Menurutnya, dengan sederet pengalaman tersebut merupakan role model perpaduan atau kombinasi yang cukup apik dalam menahkodai Kabupaten Bekasi yang diklaim sebagai daerah yang memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.
Akhmad Marjuki yang pernah menjabat sebagai Plt Bupati Bekasi dinilai cukup memahami bagaimana tata kelola dan tata laksana birokrasi pemerintahan, sehingga diyakini dapat menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).
Sedangkan, Novy Yasin selama dua periode menjadi dewan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Sehingga, kata dia, dapat membantu membangun kolaborasi dan sinergitas khususnya di tataran kebijakan politis.
“Artinya secara fakta di lapangan, kualitas dan kapabilitas kedua sosok tersebut sudah tidak diragukan lagi, sudah teruji dan terbukti”, tukasnya.
Ia menambahkan, kriteria calon pemimpin saat ini agar dapat diterima di hati masyarakat setidaknya harus memiliki ‘Tujuh Kartu AS’.
Pertama, memiliki integritas, kedua intelektualitas, ketiga kapabilitas, keempat elektabilitas, kelima popularitas, dan keenam loyalitas.
“Yang ketujuh yang tidak kalah penting adalah seorang calon pemimpin juga harus punya isitas yang memadai,” imbuhnya.

















