Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pidato PJ Bupati Bekasi, Dani Ramdan terkesan telah melakukan kampanye menggunakan fasilitas negara. Kesan ini terlihat dari pernyataan bahwa dirinya harus melanjutkan (Menjadi Bupati -red), yang disampaikannya dalam pidato sambutan dalam acara Botram dan Persiapan Lomba Kampung Bersih, di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Rabu (17/07/2024) kemarin.
Dihadapan ratusan Ketua RT dan Kepala Desa se-Kecamatan Cikarang Utara, Dani Ramdan membahas pencapaian kinerjanya dalam pembangunan Kabupaten Bekasi.
“Saya sudah dua tahun memimpin Kabupaten Bekasi, ini adalah usaha saya di tahun ke tiga, sampai saya harus sosialisasi kan permasalahan sampah ke desa-desa secara langsung, dan kalau kayak gini jadi kenal, kalau kenal sayang ya, kalau sayang ? Lanjutkan ya. Alhamdulillah. ” ujarnya diakhir sesi tanya jawab dengan para warga dan ketua RT.
“Saya masuk ke sini pas covid, tugas saya harus menurunkan Covid, dan kemudian saya menggantikan pak Marjuki 2022 diperpanjang lagi dan diperpanjang lagi, dan kayaknya terus ini, ” imbuhnya.
Salah satu Tokoh Pemuda yang juga aktivis lingkungan hidup Jurpala Indonesia, Sofyan mengaku sangat menyayangkan ucapan Dani Ramdan. Menurut Sofyan, seharusnya kegiatan tersebut tidak dicampurkan dengan politik serta kampanye terselubung.
“Sosialisasi Lomba Kampung Bersih, harusnya murni kegiatan lingkungan yang bersih dari kampanye politik, dan harusnya Dani Ramdan fokus memberikan edukasi mencintai lingkungan, bukan jadi ajang mumpung, gunakan fasilitas negara dan uang rakyat untuk kampanye dan kepentingan pribadi. Kalau mau kampanye pakai duit sendiri lah, jangan gunakan fasilitas negara,” ujar Sofyan.
Dani Ramdan sendiri ketika di tanya soal banyaknya TPS ilegal, salah satunya di dekat Gapura Meikarta, tidak menjawab secara rinci jawaban para wartawan.
” Maaf ya, saya harus segera ke Jakarta, ke kantor Mendagri ” ujar Dani sambil masuk ke dalam mobil dinasnya.

















