Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBencana AlamPeristiwa

Miris, Cerita Pilu Ditengah Banjir, Pengungsi di Tarumajaya Bekasi Kelaparan, Pemerintahan Seolah Tutup Mata

896
×

Miris, Cerita Pilu Ditengah Banjir, Pengungsi di Tarumajaya Bekasi Kelaparan, Pemerintahan Seolah Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Hingga merendam ratusan rumah di Desa Pusaka Rakyat dengan ketinggian bervariasi

Miris, Cerita Pilu Ditengah Banjir, Pengungsi di Tarumajaya Bekasi Kelaparan, Pemerintahan Seolah Tutup Mata
Miris, Cerita Pilu Ditengah Banjir, Pengungsi di Tarumajaya Bekasi Kelaparan, Pemerintahan Seolah Tutup Mata

Triberita.com, Kabupaten Bekasi – Cerita pilu ratusan pengungsi kelaparan akibat banjir di Kampung Bogor II (dua) RT 002/14, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pasalnya meraka tak kunjung mendapatkan bantuan seolah pemerintah tutup mata.

H. Roni warga Kampung Pomahan mengatakan, hujan deras sejak Kamis (23/2) malam hingga Jumat (24/2) siang menyebabkan banjir diwilayahnya. Hingga merendam ratusan rumah di
Desa Pusaka Rakyat dengan ketinggian bervariasi.

“Jadi diwilayah kami banjir akibat luapan kali, Jalur kali alam terusan dari Pasar Family Boulevar (Harapan Indah) lalu Tanggul Gongsol (Pusaka Rakyat), Setelah itu kali alam samping Jhont Paul School (Harapan Indah) aliran air seterusnya melalui kali alam Tambun Permata (Pusaka Rakyat), melewati Kali Alam Kampung Poncol (Segara Makmur) yg merupakan tembusan dari kali alam Kampung Bojong dan terakhir di kali alam Bambu Kuning (Jakarta Utara) sebelum nya sampai BKT (Banjir Kanal Timur) Marunda,” kata Roni kepada triberita.com Jum’at malam.

 

Luapan air terjadi karena deras nya aliran yg melewati bantaran kali alam Tanggul Gongsol (Pusaka Rakyat) dari wilayah diatas nya akibat derasnya hujan yang terjadi sehingga debit air lebih deras, tetapi ada penyempitan debit aliran karena pendangkalan dan kurang nya perawatan kali (normalisasi) di samping Jhont Paul School (Harapan Indah).

“Mereka tinggal di bantaran kali posisi alamatnya dikampung Bogor RT002/RW14, Desa Pusaka Rakyat, perbatasan Kabupaten Bekasi dan kota Bekasi,” jelasnya.

“Yang terdampak ada sekitar 100 KK disepanjang bantaran kali Tanggup Gongsol (Pusaka Rakyat) pada dua sisi sungai di belakang Harapkan Indah itu ada di sepanjang bantaran kali alam ,” sebutnya.

Baca Juga :  Miris, Bayi Kembar Siam di Lebak Banten, Membutuhkan Bantuan dari Dermawan

Ia menjelaskan, dari ratusan kartu keluarga (KK) itu mereka mengungsi di sebuah mushola, hingga saat ini (24 Februari 2024 jam 21:00 WIB) pemerintah baik Desa maupun Kecamatan belum mendatangi korban terdampak banjir.

“Betul sekali dari pagi banjir tiba pemerintah belum datang ke korban, tadi saya sempat memberikan 25 bungkus nasi padang sekitar jam 16:00 dilanjutkan malam pukul 21:00 WIB belum ada bantuan yang datang, saat kami anter mie cup 2 duz dan air 1 duz alakadarnya,” sebutnya.

“Semoga setelah ini ada tangan-tangan yang digerakkan Allah SWT untuk dapat menolong mereka, saudara kita yg terdampak banjir,” sambungya.

Dijelaskan Roni kembali, kondisi terkini banjir mulai berangsur menurun dari 1,5 meter, itu hanya di bagian luar belum termasuk di bagian dalam kampung.

“saya perkirakan dari lihat bekasnya air di dinding itu kira-kira turun 15 cm dari bekas genangan yg terjadi namun saya tidak melakukan pengukuran, itu paling luar sedangkan didalam lebih dalam lagi, tadi saya lihat gerobak yang tukang pemungut sampah estimasinya itu dua pertiganya terendam ketika mau masuk kedalam,” bebernya.

“Kira-kira kalau setengah meter dijalan raya atau satu dengkul kemungkinan besar dibantaran lebih dalam lagi, tapikan itu hari ini, tidak tau malam ini kan cerah atau hujan dan bisa jadi kiriman dari wilayah lain tentu saja akan menambah penderitaan panjang mereka” terangnya.

Ada bagian yang harus diperhatikan, kata H. Roni, yang menghambat debit aliran air ke BKT-Marunda yaitu samping lokasi Jhon Paul School Harapan Indah ada pendangkalan yang harusnya menjadi konsentrasi pemerintah.

“Betul makanya pemerintah setempat dalam hal ini Desa Pusaka Rakyat dan Harapan Indah-HDP (pengembang), harusnya bisa bekerja sama terhadap pendangkalan sungai karena kan kalau irigasi rapih dan normal jalannya debit aliran air pada jalur nya akan sama-sama diuntungkan,” harapnya.

Baca Juga :  Miris, Warga Pengungsi di Kabupaten Bekasi Kekurangan Pasokan Makanan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pukul 00, 20 WIB petugas gabungan TNI/Polri tengah berada dilokasi membantu mengevakuasi korban dibeberapa titik, namun yang berada di dalam mushola belum di evakuasi.

Reporter/penulis: Abdul Kholilulloh

Facebook Comments