Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih terbilang memprihatinkan. Hal ini terlihat pada kondisi beberapa sekolah di Kecamatan Muaragembong, tepatnya di SMP dan SMA dibawah Yayasan Pendidikan IMAN di Kampung Gaga RT.02/04 Desa Pantai Mekar, puluhan siswa siswinya masih belajar di atas lantai.
Pasalnya sekolah di yayasan IMAN tersebut hingga saat ini masih kekurangan kursi dan meja untuk sarana belajar siswa siswi.
Kepala Sekolah di Yayasan IMAN Ratija, mengatakan, ada sebanyak 105 siswa dan 22 orang siswi yang harus belajar di atas lantai beralaskan karpet, karena tidak ada meja dan kursi.
“Bukan kebanyakan murid, tapi situasi dan kondisinya di Kampung Gaga itu banyak penduduknya,” ungkap Ratija saat dikonfirmasi awak media, Jumat (19/7/2024).
Ratija menjelaskan, SMP dan SMA Kampung Gaga Kecamatan Muara Gembong memiliki 105 murid, namun hanya memiliki beberapa kursi dan meja.
“Ruang kelas untuk belajarpun belum bisa dibilang layak, plafon ruangan atas sudah pada hancur,” ujarnya.
Ratija menuturkan, kondisi kekurangan ruang kelas ini sudah terjadi puluhan tahun lalu. Padahal untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah itu membutuhkan beberapa ruang kelas, dan saat ini masih banyak kekurangan kursi dan meja.
Ratija mengaku, di Yayasan IMAN, siswa belajar di lantai sudah berlangsung selama delapan tahun.
“Yayasan IMAN berdiri sejak tahun 1998 sampai tahun 2024, saat ini masih berjalan, namun fasilitas belajar sudah rusak-rusak,” katanya.
Pihak sekolah, lanjut dia, pernah beberapa kali menyampaikan kondisi miris tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, namun tidak ada respons apapun.
“Sampai saat ini tidak ada perubahan,” katanya.
Dia berharap, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memperhatikan dan segera mencarikan solusi terhadap permasalahan tersebut.
“Agar siswa-siswi kami bisa belajar dengan nyaman, itu saja sih. Saya mah mohon dibantu kursi, meja dan perbaikan plafon ruangan sekolah,” tutupnya.

















