Scroll untuk baca artikel
Bekasi Raya

Peringati Nuzulul Quran, Warga Pulongandang Tengah Sindangsari Cabangbungin Bekasi Dengarkan Tausiyah

284
×

Peringati Nuzulul Quran, Warga Pulongandang Tengah Sindangsari Cabangbungin Bekasi Dengarkan Tausiyah

Sebarkan artikel ini
Memperingati Nuzulul Quran, para jamaah Masjid Jami Al Barkah sedang mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jalaludin.(Foto : Jeje).

Triberita com | Kabupaten Bekasi – Tidak terasa bulan suci Ramadan 1445 H telah memasuki hari ke 17, yang biasanya disebut malam Nuzulul Qur’an, malam saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama Al Qur’an.

Peristiwa Nuzulul Qur’an bertepatan dengan malam ke 17 di bulan suci ramadan, sehingga malam Nuzulul Quran sering diperingati sebagai malam istimewa di bulan suci ramadan, di mana di malam tersebut diisi dengan kegiatan-kegiatan Islami, salah satunya diisi dengan pengajian atau tausyiah.

Seperti peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Jami Al Barkah, Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, yang diisi dengan tausiyah, oleh warga Kamis (28/3/2024).

Acara yang dimulai setelah selesai sholat tarawih itu dihadiri oleh jamaah Masjid Jami Al Barkah, dan hadir juga dari Pemerintah Desa (Pemdes) yang diwakili oleh Sekertaris Desa (Sekdes) Sindangsari Rahmat Sidiq, serta Ustadz Jalaludin dari Karawang yang akan mengisi tausiyahnya.

Dalam tausiyahnya Jalaludin menyampaikan tentang sejarah peristiwa Nuzulul Quran serta hikmah, keutamaan, serta keistimewaannya.

Ia menjelaskan dalam tausiyahnya, Nuzulul Quran adalah peristiwa yang sangat bersejarah bagi umat Islam, tepat di malam 17 bulan suci ramadan, di mana malam tersebut pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu Al Qur’an di Gua Hiro.

“Peringatan Nuzulul Quran ini, agar Umat Islam memahami sejarah dan peristiwa tersebut, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut Jalaludin menerangkan, bahwa malam Nuzulul Quran adalah malam yang sangat istimewa, di malam tersebut Malaikat Jibril dan Malaikat lainnya turun ke bumi untuk mengatur segala urusan, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah SWT (QS Al Qodr 97, ayat 4).

Baca Juga :  Perwakilan Mojang Jajaka Kabupaten Bekasi, Lakukan Audensi Bersama Disbudpora Kabupaten Bekasi, ini yang Dibahas

“Dan bagi mereka yang menghidupkan malam Nuzulul Quran, akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT,” ucap Jalaludin dalam tausiyahnya.

Malam Nuzulul Quran juga sebagai bentuk edukasi agar kita Umat Islam lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT, dan lebih mencintai Nabi dan Rasulnya, dan juga harus sering membaca, memahami serta mengamalkan apa isi dalam kandungan Al-Qur’an.

Masih ditempat yang sama Sekdes Rahmat sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, agar kita yang hadir di sini bisa lebih memahami peristiwa Nuzulul Quran, yang merupakan peristiwa sangat bersejarah bagi Umat Islam di seluruh dunia.

“Maka kita semua ambil hikmah dari peristiwa Nuzulul Qur’an ini, menjadikan kita lebih cinta lagi kepada Al Qur’an dan Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Bukan hanya sekedar cinta kepada Al Quran, tapi harus sering membacanya, serta harus memahami isi kandungan Al Quran, serta kita harus banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu Ia juga berpesan kepada para orang tua yang hadir, untuk selalu menjaga serta mengontrol anak-anaknya agar tidak pulang malam-malam, karena sekarang ini sering terjadi tawuran dan juga kejahatan jalanan.

‘Jangan sampai anak-anak kita menjadi pelaku, apalagi menjadi korban,” imbuhnya.

Sekarang ini yang terjadi, kata Rahmat, kebanyakan orang tua perhatiannya lebih tertuju pada Handphone (HP) ketimbang pada anaknya sendiri.

“Dari sekarang para orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya, lebih intens lagi komunikasinya dengan anak-anak kita,” pungkasnya.

Facebook Comments