Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaOpini

UMKM Bekasi Naik Kelas: Laku Saja Tidak Cukup Tanpa Perencanaan Anggaran

245
×

UMKM Bekasi Naik Kelas: Laku Saja Tidak Cukup Tanpa Perencanaan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ratna Arista Dewi, M.S.M Dosen Program Studi Perbankan dan Keuangan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.(Foto: Doc Redaksi)

Oleh: Ratna Arista Dewi, M.S.M
Dosen Program Studi Perbankan dan Keuangan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Triberita.com | Bekasi – Kabupaten Bekasi dikenal sebagai Kawasan raksasa manufaktur yang berada di Pulau Jawa.

Di balik tembok raksasa manufaktur tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi tahun 2024 mencatat, terdapat lebih dari 180.000 pelaku UMKM yang turut menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Bekasi.

Namun, ada satu pemandangan yang sering saya temui sebagai akademisi keuangan, yaitu banyaknya pelaku usaha yang produknya sangat laris, tetapi di akhir bulan mereka justru tidak memperoleh keuntungan. Parahnya lagi, mereka bahkan terjerat utang atau kehabisan modal.

Salah satu permasalahan utama UMKM di Kabupaten Bekasi terletak pada rendahnya literasi keuangan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia memang meningkat, namun masih terdapat gap yang lebar bagi pelaku usaha mikro dalam hal manajemen risiko dan perencanaan anggaran.

Banyak pelaku usaha yang masih mencampuradukkan dompet pribadi dengan laci kasir usaha. Akibatnya, keuntungan yang seharusnya bisa digunakan untuk menambah stok atau memperbesar modal, justru habis untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Perencanaan anggaran bukan sekadar mencatat pengeluaran di buku tulis, melainkan cara kita mengendalikan masa depan usaha. Tanpa anggaran yang jelas, pelaku UMKM akan sulit menembus akses perbankan formal.

Bank tidak hanya akan melihat seberapa banyak produk yang terjual, tetapi juga seberapa rapi pencatatan arus kas (cash flow) Anda.

Oleh karena itu, perencanaan yang disertai dengan pencatatan tidak hanya berperan bagi keberlangsungan operasional sehari-hari UMKM, akan tetapi juga menjadikan UMK lebih Bankable, yakni mereka yang dipercaya oleh institusi keuangan khususnya Perbankan, untuk mendapatkan suntikan modal ekspansi melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca Juga :  Wow!! Kejari Kabupaten Bekasi Musnahkan 48 Senjata Tajam Dalam Upaya Menanggulangi Kejahatan

Bagaimana memulai perencanaan anggaran yang efektif bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Bekasi? Berikut ada tiga strategi yang dapat dijalankan:

1. Disiplin pada penetapan pendapatan sendiri.
Tentukan angka pasti untuk kebutuhan pribadi Anda sebagai pemilik usaha setiap bulannya, dan berhentilah mengambil uang kasir dari hasil penjualan secara acak untuk keperluan rumah tangga.

2. Lakukan pemisahan antara rekening pribadi dan usaha.
Pastikan ada satu rekening khusus yang hanya digunakan untuk perputaran modal usaha, sehingga Anda bisa melihat dengan jernih berapa margin keuntungan bersih (net profit) yang sebenarnya didapatkan.

3. Manfaatkan teknologi pencatatan digital.

Di era digitalisasi saat ini, menggunakan aplikasi pencatatan keuangan sederhana jauh lebih aman dan akurat dibandingkan catatan manual di selembar kertas atau buku yang rawan hilang atau terselip.

Anggaran bukan tentang membatasi pengeluaran, melainkan memastikan setiap rupiah yang masuk dan keluar memberikan dampak produktif.

Dengan manajemen keuangan yang sehat, program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya akan menjadi proyek lewat bagi vendor katering lokal, tetapi menjadi batu loncatan untuk tumbuh menjadi perusahaan besar.

Masa depan perekonomian Kabupaten Bekasi ada di tangan para pelaku usaha yang melek finansial. Sudah saatnya UMKM kita berhenti sekadar “bertahan hidup” dan mulai bergerak menuju bisnis yang berkelanjutan.

Jangan biarkan kerja keras UMKM Anda menguap begitu saja hanya karena kelalaian dalam mengelola angka. Karena pada akhirnya, usaha yang besar bukan hanya yang paling laku, akan tetapi yang paling rapi dan disiplin dalam manajemen keuangannya.

Facebook Comments