Triberita com | Kabupaten Bekasi – Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) menggelar pembukaan pelatihan kerja barista untuk para penyandang disabilitas. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 25 hari itu berlangsung di Cafe Tempo Coffee, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (20/8/2024).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi yang juga Founder, serta pendiri dan ketua yayasan Disproman Indonesia, Rani Mei Lestari, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bekasi Hasan Basri, Disnaker yang diwakili, Dinas P3A diwakili, Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili, Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat yang diwakili, serta para penyandang disabilitas beserta pendamping.
Rani menjelaskan, program ini untuk membentuk kaum Disabilitas siap bekerja, baik bekerja di coffee shop, restoran, cafe, hotel ataupun menjadi wirausahawan untuk membuat kopi.
“Program pelatihan kerja ini, untuk membentuk kaum disabilitas siap bekerja terutama yang masih usia muda,” tuturnya.

Program ini, diterangkan Rani, didukung penuh oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) yang berkantor di Bandung. Selain itu juga dukungan dari Cafe Tempo Coffee. Di mana tempo coffee itu sendiri digunakan sebagai tempat pelatihan barista.
“Alhamdulillah kegiatan pelatihan ini didukung penuh oleh Kemenaker RI, BBPVP Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, serta cafe tempo kopi yang menjadi tempat pelatihan barista,” terangnya.
Dikesempatan itu Rani mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan, khususnya pemilik cafe Gatot Waskito serta Felicia Noviana sebagai ownernya. Ia berharap, semoga yang dilakukan bisa bermanfaat untuk memberdayakan kaum disabilitas agar bisa produktif.
“Terimakasih untuk semuanya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, Semoga apa yang kita lakukan untuk kaum penyandang disabilitas bisa bermanfaat,” tutupnya.
Sementara masih di tempat yang sama Kepala Dinsos Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengatakan, kami mewakili Pemerintah Daerah (Pemda) mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Dan ini bentuk perhatian kami dalam rangka meningkatkan keterampilan, serta memberdayakan para penyandang disabilitas agar bisa produktif dan mandiri. Sehingga kaum disabilitas bisa bangkit dan bersemangat, mengikuti pelatihan selama 25 hari menjadi barista di cafe tempo kopi,” ucapnya pada Triberita.
Hasan Basri juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemilik cafe, yang telah berkenan tempatnya menjadi tempat pelatihan barista untuk para penyandang disabilitas.
“Dan pelatihan ini bukan hanya sekedar menjadi barista saja, bagaimana caranya berkomunikasi, dan melayani,” ujarnya.
Ia juga berharap selama 25 hari pelatihan, mereka bisa mengambil pelajaran, ilmunya bisa didapat, dan juga bisa mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini awal, mudah-mudahan para penyandang disabilitas setelah mengikuti pelatihan ini bisa berwirausaha, serta lebih produktif dan bisa mandiri,” pungkasnya.

















